Senin, 21 Januari 2019

Area Seks : Reborn

Image result for gadis jepang hotCerita Dewasa - Aku terkadang masih sering bertanya sendiri, termasuk dalam kelompok apakah aku ini dengan kecenderungan ketertarikan berkelamin sesama jenis. Pada beberapa rubrik kesehatan aku selalu membaca artikel yang mengupas soal itu. Namun ulasannya biasanya hanya sedikit. Karenanya tidak dapat memenuhi hasrat keingintahuanku tentang dunia ganjil yang kugeluti. Hingga akhirnya aku membaca buku berjudul Perawatan Kesehatan Tanpa Rasa Malu, karangan dari Charles Moser, Phd, MD; yang diterjemahkan dari judul aslinya Healt Care Without Shame. Tak sengaja aku menemukan buku tersebut di rak pamer toko buku Gramedia pada penghujung tahun 2000-an ini. Satu lagi adalah buku berjudul Gay: dunia kaum homofil terbitan Grafiti Press tahun 1987; kuangap sebagai cikal bakal referensi pencarian jati diri.

Kini aku semakin confidence dalam menghadapi hidup di dunia margin. Kusebut demikian karena dari hasil studi literature aku menemukan diriku tergolong dalam kelompok yang disebut sebagai Bisex. Aku dapat menikmati keasikan berkelamin dengan sesama jenis dan juga dengan lain jenis. Walaupun secara parameter, mungkin kualitasnya lebih banyak kudapatkan dari yang sejenis. Hal ini kemudian kuanggap menjadi keberuntunganku pula untuk menutupi keadaan yang sesungguhnya siapa diriku sebenarnya.

Aku lebih beruntung dari mereka yang benar-benar tidak punya pilihan lain – sebagai aktulisasi diri – tampil sedemikian apa adanya melalui wira laku, wira suara, ataupun wira busananya sehari-hari. Sehingga hanya sekilas memandang sudah dapat diketahui orientasi seksual yang bersangkutan. Namun dalam tatanan pergaulan sosial tidak jarang fakta itu kemudian diralat oleh yang bersangkutan apabila hadir dalam komunitas masyarakat hetero; bila perlu dengan press confrence.

Untuk alasan menjaga reputasi, kiranya dapat dimaklumi sikap tersebut mengingat kebiasaan umum yang masih menabukan soal yang demikian. Itulah kehidupan yang diliputi kepalsuan dan kemunafikan. Sayup-sayup dikejauhan kudengar alunan lagu “..dunia ini panggung sandiwara……., ceritanya mudah berubah…….dst”

Buatku yang mengasikan dalam berkelamin sejenis adalah saat bergumul saling mencumbu, menjilat, menelusuri lekuk tubuh atau menghirup aroma alami kejantanan, termasuk di dalamnya adalah penerapan dari istilah-istilah seperti body contact, blow job, felatio, rimming, cumshots, maupun anal intercourse yang familiar dalam komunitas masyarakat penggemar seks sejenis.

Image result for gadis jepang hotCerita ABG - Pada awalnya, sudah tentu ada rasa kecanggungan – lebih tepat malu – dalam berhubungan seks sejenis. Namun, biasanya, perasaan itu berangsur lenyap manakala nafsu sudah menjalar ke seluruh relung tubuh; dengus nafas yang mulai tidak beraturan dan denyut jantung yang semakin cepat. Pandangan mata pun mulai berubah menuntut suatu penuntasan, seperti yang terjadi berikut ini:

Pada suatu ketika aku, Danny dan Panca – seorang hetero – memutuskan untuk bersantai disuatu karaoke. Kebetulan kami memang senang bernyanyi. Karena keesokan harinya libur maka kami memutuskan stay up di salah satu hotel di ibu kota. Dari Danny aku tahu kalau Panca gemar minum karena itu sebelum cek in kami mampir dulu ke geray minuman membeli beberapa botol minuman serta makanan kecil.

Di kamar hotel kami ngobrol biasa sambil minum. Aku bantu meracik minuman juga menyalakan rokok untuknya. Kulihat Danny sudah sempoyongan, karena itu aku membiarkan ia untuk tidur. Sementara, Panca, masih tetap tegar dan asyik bercerita soal pekerjaannya sebagai account manager di salah satu Bank ibukota. Bau alcohol memancar dari mulut Panca dan terus terang, aku menjadi terangsang, maka secara tiba-tiba aku melumat bibir Panca. Awalnya dia tampak terkejut dengan kejadian yang mendadak itu. Aku memang cuma sebentar melumatnya, dan itu hanya kumaksudkan sebagai shock terapy buatnya. Selanjutnya kami bersikap seolah tidak ada apa-apa.

Related imageAku takjub dengan kekuatan Panca minum alcohol. Bayangkan dua setengah botol dry gin murni dihabiskan sendiri, padahal di karaoke tadi juga sudah minum. Oleh sebab itu tidak heran apabila Panca kemudian ngJoprak. Muntah-muntah. Wah, terpaksa ku bangunkan Danny untuk membantu mengangkat tubuh Panca yang berdimensi 175/70 itu. Kami membersihkan muntahan Panca yang berceceran di karpet serta mengangkat tubuh Panca ke atas dipan. Panca mabuk berat.

Dengan pertolongan Danny aku membuka kemeja dan celana panjang Panca agar lebih nyaman berbaringnya. Kemudian kulihat Panca hanya tinggal mengenakan celana dalam saja. Di atas dipan tergolek sosok jantan Panca dengan sebuah tonjolan besar dibalik celana dalam yang dikenankannya. Didasari keingintahuan melihat sesuatu yang tersembunyi itu maka aku lepas sekalian celana dalam Panca. Astaga, aku hampir terpekik kaget menyaksikan kemaluan Panca yang besar menyeruak dikehitaman pubicnya yang lebat. Aku tidak bisa menahan diri lagi untuk tidak berbuat sesuatu.

Aku menelunkup di atas selangkangan Panca. Wangi aroma kejantanan pria menebar dari selangkangannya itu makin membuat gairahku melambung. Kujilat dan kukulum kemaluan Panca sembil meremas-remas pubicnya yang ikal lebat itu. Tak lama kemudian kemaluannya mulai meregang dan menampakan bentuknya yang semakin mempesona. Aku menjadi gila dibuatnya. Dengan liar mulut dan lidahku menjelajah seluruh lekuk selangkangan Panca. Sayup-sayup kudengar Panca melenguh, mendesah serta meracau “…owhf…enyak….enyak…sshss…ogh……gglek .”sambil ia menggoyang-goyangkan pinggulnya. Releks kulihat Panca menekuk kakinya dan sedikit menggangkat bongkahan pantatnya yang gempal itu. Maka lidahku dengan mudahnya menyapu lingkar rectumnya yang dikelilingi pubic. Hal itu rupanya membuat sensasi tersendiri bagi dirinya.

Related imageArea Dewasa - Disaat yang sama Danny juga menelungkup di atas badan Panca. Lidahnya bergerilya menyapu seluruh lekuk badan atas dan wajah Panca. Terkadang menghisap dan menggigit puting Panca. Tidak jarang menyapu ketiak panca yang ditumbuhi bulu yang lebat itu. Dengus tiga nafas kami semakin mengaburkan kejelasan ucapan Panca.

Aku melumasi lubang rectumku dengan gel K-Y yang kubeli di apotik sebelumnya. Demikian pula dengan batang dan kepala penis Panca. Aku ingin diinsert olehnya. Danny sedang melumat bibir Panca ketika aku mengarahkan lubang rectumku ke penis Panca yang tegak berdiri itu. Hinga kemudian dengan sekali sentakan seluruh batang penis Panca telah tenggelam di dalam cengkraman lubang kenikmatanku. Aku mengalami kenikmatan yang luar biasa saat penis Panca tuntas menembus liang tubuhku.

Dari penuturan Panca sesudahnya aku mendengar bahwa ia merasakan kehangatan dan sensasi yang hebat saat penisnya menjelajah menelusuri terowongan ass-hole. Betapa ia merasa ada sesuatu yang memilin, mencengkeram serta menghisap penisnya yang mengakibatkan rasa denyutan dan senut-senut yang aneh namun mengasyikan. Apalagi ketika kemudian ia memuntahkan erupsi lahar panas asmara yang telah bergejolak di kepala penisnya. Itulah sebabnya, aku tadi sengaja – walaupun berakibat resiko buatku – tidak menggunakan kondom agar Panca dapat merasakan langsung sensasi persentuhan organ kelaminnya dengan bagian dalam tubuhku. Sejujurnya Aku berani begitu karena aku yakin Panca belum terkontaminasi.

Image result for gadis jepang hotIa tidak marah kepadaku; malah berucap terima kasih telah mendapatkan pengalaman yang luar biasa. Walau pada kalimat terakhir ia tidak secara langsung mengucapkan hal itu namun pandangan matanya telah berbicara banyak dari apa yang ingin ia katakan secara lisan. Body Language. Ya, bahasa tubuh. Sama seperti saat bila ia menginginkan kembali persetubuhan atau cumbuan itu. Tidak perlu dengan kata atau kalimat. Cara ia menatap dan gerak tubuhnya sudah berbicara ketika ia minta tambah. Aku bisa menangkap bahasa isyarat-nya. Tak lama kemudian kami sudah bergumul kembali. Akan halnya dengan Danny, ia sahabat terbaikku. Kami sudah biasa berbagi cinta – three some. Sesudah itu kami tetap berlaku biasa seperti halnya kaum hetero lainnya. Panca memiliki gadis dan semuanya berjalan wajar. Demikian pula aku dan juga Danny.

Karena aktifitas ini berkaitan dengan organ tubuh yang paling rahasia tentunya hal ini menjadi sangat pribadi sekali. Karena itu, yang paling penting adalah senantiasa menjaga sanitasi tubuh agar tetap higienis dan siap saji. Sebab, hanya karena masalah tersebut bisa saja appetite seseorang langsung hilang

Rambut sebaiknya berpotongan rapi dan dijaga jangan sampai bau apek. Telinga agar sering dibersihkan sehingga tidak terlihat kotoran menggumpal di lubang telinga. Kebersihan gigi dan mulut perlu mendapat perhatian sehingga tidak menebarkan aroma yang aneh. Bulu ketiak sebaiknya dijaga kebersihannya dan tidak menggunakan pewangi artificial yang semakin membuat aroma menjadi tidak karuan. Glans penis selayaknya sering dicuci untuk membuang smegma yang menimbun di lingkar glans tersebut. Demikian pula dengan bulu pubic yang juga menuntut perawatan dan perhatian; artinya selalu dikeramas supaya tidak bau karena lembab. Biasakan mencuci scrotum dan rectum sampai bersih dengan sabun; jika perlu dibilas pula dengan larutan disenfektan semacam dettol. Kaki dijaga kebersihannya agar tidak berbau; demikian pula dengan kukunya. Terakhir adalah perlindungan tubuh dengan pemberian vaksin anti hepatitis B apabila anda belum memilikinya; gunakan kondom dan ‘selektif’ tidak asal mau sama siapa saja, terlebih apabila anda seorang recipient atau bottom tipe.

Related imageKecenderungan yang terjadi pada komunitas ini adalah berganti pasangan berkelamin (promiscuity). Itu sah-sah saja. Namun hendaknya tidak dilakukan dengan sembrono, mengingat akibat akhir yang akan ditanggung nantinya, misalnya tertular penyakit kelamin atau kulit; yang lebih menakutkan adalah terkena HIV.

Dengan salah satu pertimbangan itulah maka aku sedapat mungkin menghindar berkelamin dengan individu dari komunitas yang sama. Aku lebih memilih dengan mereka yang hetero. Buatku ini lebih mengasikan karena ada perjuangan penaklukan. Tentu saja dengan kesanggupanku dengan perjanjian menjaga kode etik tidak menceritakan hal ini kepada orang lain. Buatku itu adalah syarat yang mudah. Apalagi, aku memang sengaja tidak bergaul di habitat komunitas ini. Tidak ada alasan lain kecuali memang aku tidak mau saja.

Disini aku cuma ingin berbagi pengalaman dan pengetahuan. Tidak pula aku bermaksud mengguruimu. Utamanya kisah ini ditujukan bagi para pendatang baru komunitas penggemar seks sejenis. Aku pernah mengalami perasaan dan ketakutan yang sama untuk bertanya kepada orang lain perihal serba-serbi penyimpangan orientasi seks. Biasalah, soal martabat dan kehormatan diri. Apalagi di mayarakat luas dianggap sebagai sesuatu yang nyleneh yang lebih tepat disebut sebagi aib atau cela. Karenanya harus ditutupi. Begitulah, setidaknya, menurutku, masyarakat punya andil dalam membentuk komunitas kita menjadi munafik.

Image result for gadis jepang hotMain Ampe Puas- Ada lagi pengalaman lain; dengan Aldi. Aku harus berterima kasih kepadanya ketika ia mngingatkanku perihal penyakit kulit yang diindapnya. Mulanya aku tidak tahu kalau ia tidak bercerita soal rasa ‘kegatalan’ di daerah lipat pahanya. Sehingga ketika aku akan felatio (blow job) kepadanya ia mencegah. “Jangan..deh aku lagi gatal…” Untungnya aku sempat mendengar ucapannya itu.

Kemudian aku nyalakan lampu yang tadi kupadamkan. Di tengah nyala pendaran lampu kulihat tubuh twiggy Aldi tergolek bugil dengan kemaluannya yang lumayan besar. Glans-nya mengkilat menyeruak dari kulit kulupnya yang tidak di circumcisi. Warna kulit tubuhnya yang putih memberikan kontras yang bagus dengan pubicnya yang berwarna jelaga.

Aku menelungkup lagi ke arah selangkanganya guna melihat lebih dekat. Kulihat ada lesi kulit primer berupa lepuh-lepuh kecil berisi cairan jernih dan berkelompok – istilah medisnya adalah vesikel – yang ada di sekitar pangkal batang penisnya.. Bagi Aldi rasanya gatal dan panas seperti terbakar.

Dari literatur aku tahu kalau itu adalah penyakit Herpes Simpleks yang dapat juga ditularkan oleh kontak orogenital. Menurutku, kondisi tubuh Aldi saat itu tidak layak untuk suatu hubungan badan. Karenanya aku membatalkan sepihak. Untungnya, Aldi menyetujui juga. Untuk hal ini, aku berhutang budi pada Aldi yang telah menyelamatkanku dari tertular penyakit Herpes-nya itu. Malam itu, akhirnya kami tidak melakukan apa-apa.

Sesudah kencan yang gagal – tapi malah aku syukuri – itu aku mengcopykan literature soal penyakit tersebut serta memberikan saran pencegahan dan penyembuhan – termasuk obat untuk penyembuhannya. Puji tuhan, penyakitnya sekarang sudah sembuh dan Aldi sudah sehat kembali.

Related imageLain lagi kisahku dengan Juan, juga seorang hetero. Selain mengundangnya ke rumahku aku juga biasa melakukan kencan dengannya di hotel. Memang dari segi biaya menjadi high cost. Namun kemahalan itu menjadi impas apabila dibandingkan dengan privacy yang didapat. Bagaimanapun aku harus melindungi juga nama baik dan kehormatan Juan di mata rekan gaulnya. Bahwa ia tetap seorang yang dikenal badung, cuek dan jauh dari berkesan anak mami seperti kebanyakan streotipe penikmat seks sejenis yang aku temui. Kami sama-sama punya kebutuhan menyalurkan hasrat seks yang menggebu. Semacam hubungan simbiosis mutualisma itulah yang menjadi komitmen awal dari perhubungan ini.

Juan langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur begitu kami chek-in di sebuah hotel. Ketika aku membukakan pakaian dan celananya ia tetap bersikap kooperatif. Sehingga aku tidak mengalami kesulitan yang berarti. Benar saja, ketika celana dalamnya kulepaskan nampak kemaluannya sudah menegang keras seolah hendak mengatakan say hello kepadaku. Aku menjilat glansya yang sudah merah mengkilat itu. Juan tersenyum. Wouw, pandangannya sangat mengundang.

Aku segera bangkit dan melepas semua pakaian yang melekat di tubuhku sehingga kami menjadi sama-sama bugil. Tapi aku tidak ingin segera main msekipun kutahu Juan sudah menginginkannya. Dia tidur terlentang dengan menyilangkan kedua tangannya dibelakang kepalanya. Sangat seksi penampakannya dalam posisi seperti itu. Kulit tubuhnya yang putih bersih – tahu sendirikan tipikal kulit etnis seberang – di warnai dengan aplikasi warna hitam bulu ketiak yang tumbuh lebat bagaikan genggaman sapu ijuk serta deretan bulu pubic yang menjalar dari bawah pusar memenuhi episentrum di pangkal pahanya. Amazing.

Terus terang, aku paling suka sekali menghirup aroma bulu ketiak. Buatku aroma ketiak Juan begitu dahsyat sehingga mampu membakar hormon testoteronku. Kehebatan Juan adalah ia tidak memerlukan pewangi artificial yang malah akan membuat diriku mual. Beruntung sekali, aroma tubuh Juan termasuk ‘sopan’ sehinga tidak perlu dikamuflase dengan sapuan pewangi tubuh. Akupun menjadi bebas menjelajah tanpa takut terkena alergi kontaminasi parfum dan sejenisnya.

Di dalam bath up kami berendam setelah tadi bergumul di tempat tidur. “Bersih-bersih…..” begitu kata bintang iklan Dado. Ternyata kemudian disitupun kami bercinta lagi. Berendam dalam air hangat ternyata mudah membangkitkan gairah. Aku menelusuri seluruh lekuk tubuh Juan dari ujung kaki sampai ujung kepala. Ya, betapa Juan menggelinjang ketika jemari dan telapak kakinya aku hisap dan jilati; sama sensasinya ketika jemari tanganku kemudian dihisapnya pula. Di bath up itu kami melakukan body contac dengan berbagai posisi; duduk, berdiri maupun berbaring.

Related imageSaat terakhir aku mewujudkan fantasiku melakukan urine theraphy buat diriku. Setelah mengosongkan isi bath up itu aku minta Juan mengencingi diriku. Awalnya dia menolak, namun setelah kujelaskan aku hanya ingin merasakan gimana sih rasanya dikencingin. Maka aku segera duduk bersila di bath up. Juan berdiri di bibir bath up dan mengarahkan kemaluannya ke arah wajahku. Sesaat kemudian dari penisnya memancar air kencingnya dengan deras ke arah kepala, wajahku dan jatuh memberikan aliran kehangatan di seluruh tubuhku. Aku meratakan kucuran air kencingnya itu keseluruh tubuhku. Kalau aku tidak keberatan menelan spermanya kenapa pula aku harus menolak minum air kencingnya. Karena itu, aku menyeruput juga air kencingnya yang mengucur dari kepala penisnya. Aku melihat rasa keheranan dari Juan tapi itu bukan urusanku.

Aku membiarkan beberapa saat sampai air kencing Juan mengering di tubuhku dan meninggalkan residu bau khas yang langsung hilang ketika aku membilas tubuhku dengan shampoo dan sabun.

Orogenital adalah kontak seksual antara mulut dan alat kelamin dan ini sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari ritual hubungan perkelaminan sejenis empat sehat lima sempurna. Karena itu, penting sekali menjaga dan merawat daerah itu agar siap pakai.

Kabayang gak sih apabila nafsu terpaksa padam manakala hidung menangkap aroma tak sedap yang menebar dari glans yang dipenuhi smegma atau bulu pubic yang tidak dikramasin, ass-hole yang tidak bersih.

Related imageAku pernah kehilangan selera untuk rimming manakala kulihat masih ada kerak faeces di tepi rectumnya atau mencium aroma aneh karena proses fermentasi bakteri akibat sanitasy yang tidak bagus.

Demikian juga dengan lubang telinga yang tidak bersih yang menghilangkan selera pasangan untuk menjilati daun telinga manakala melihat cureg menumpuk dilubang itu; atau kebersihan tubuh (kepala, mulut, badan, kaki) yang tidak terjaga sehingga menebarkan oudor yang membunuh gairah seksual.

Kubereskan kembali buku-buku yang berserak di atas meja. Bagaimanapun cerita ini hanya antara aku dan kau. Nama-nama tersebut di atas juga nama samaran dan tentu saja, ceritanya tidak fiktif karena memang ini kisah nyata tentang diriku. Jika kau teliti maka kau akan dapat menemukan cerita perdana karanganku diantara cerita-cerita yang lain. Aku tidak menyangka bahwa cerita itu sudah dibaca lebih dari dua belas ribu orang atau setara dengan empat kali cetak ulang sekiranya satu cerita dianggap sebagai satu edisi cetakan buku. Sudah dulu ya sampai ketemu di cerita berikutnya.

Tamat



PARTNER CERITA SEX



PARTNER NONTON

PARTNER BOKEP & SEMI




Area Seks : Cerita Tantri

Image result for gadis jepang hotCerita Dewasa - Tahun lalu aku selesai diwisuda dari sebuah perguruan tinggi sekretaris, kini aku sudah bekerja disebuah kantor yang cukup bonafid. Aku terlahir dua puluh empat tahun yang lalu, orangtuaku dan teman-teman memanggilku Tantri (sebut saja begitu). Aku tumbuh menjadi gadis manis, ceria dengan tubuh proporsional , dada 34A, berat 50kg, tinggi 160cm, rambut lurus sebahu dengan kulit kuning langsat, menarik bukan??

Di kantor, pekerjaanku lekat dengan telepon dan komputer jadi sesuailah dengan dasar pendidikan yang pernah kutempuh. Boss maupun teman-teman juga cukup friendly, penuh koorporatif sehingga membuat suasana kerja menjadi nyaman. Kegiatan di kantor tidak terlalu padat, apalagi di posisiku, hanya standby di dekat telepon dan mengetik surat-surat yang bersifat khusus dari boss. Tapi aku menikmati saja, toh untuk mengisi waktu luang aku bisa main internet, lihat situs yang asyik-asyik termasuk situs cerita 17Tahun ini. Khusus di situs 17Tahun.com, aku malah sering iseng kirim email ke penulisnya, yachh.. sekedar salam kenal dengan sedikit mengomentari isi cerita, pokoknya iseng aja sekedar mengisi waktu luang.

Suatu saat emailku mendapat balasan dari salah seorang penulis cerita yang kukirimi email. Aku tertarik dengan cara dia merangkai kata, karena itu, aku balas lagi emailnya bahkan kutawari dia untuk chating. Ternyata dia juga merespon, jadilah perkenalan kami berlanjut melalui chating di Yahoo Messenger. Hampir tiap hari kami chating, dan sebenarnya dia sudah minta no teleponku, tetapi sengaja tidak kurespon dulu.. sambil ingin tahu motif dia dalam berhubungan denganku.

Tentang dia, sebut saja Prass, hanya karena usianya sudah dua kali usiaku, maka kupanggil dia dengan Om Prass, dan jujur saja, aku memang lebih tertarik dengan pria ABG (Angkatan Babe Gue). Mereka umumnya ngemong, sabar dan berpengalaman. jadi kloplah dengan sifatku yang manja, dan sedikit egois. Bagiku ML oke yang penting aku suka..dan tidak mengikat sebab aku masih ingin menikmati kebebasan. Kembali tentang sosok Om Prass, saat ini dia bekerja di sebuah perusahaan BUMN, posisinya tengah-tengah, mungkin setingkat kepala bagian. Tentang sifatnya, aku belum tahu banyak, hanya kalau melihat dari cara dia ngirim messege sepertinya sih oke juga. Komunikatif, humoris meskipun terkesan agak galak.

Related imageCerita ABG - Lama-kelamaan, Aku jadi menikmati chating dengan Om Prass, makanya ketika suatu hari disaat chating dia ngajak ketemu akupun menyetujui..
"Eh tantri yang maniss, kita khan sudah lama saling kenal lewat tulisan, tapi secara fisik, kita belum ketemu lho"!!, Om jadi penasaran, benar-benar manis - nggak ya orangnya"!! tulis dia dalam messagenya.
"Lho.. Om khan sudah ngeliat fotoku"!! replyku.
"Betul.., tapi fotokan nggak bisa dirasakan manis atau tidak"! balasnya lagi.
"Ich..Om ini, emangnya saya gula!! "Begini saja Om.. pulang kantor nanti, Om ada waktu nggak?! Tanyaku memancing. Karena sejujurnya akupun ingin bertemu.
"Well.. buat gadis semaniss tantri.. Om pasti deh punya waktu, Om tunggu ya di Bakmi GM dekat Sarinah, jam 19.00 tahu khan "?! (Biasa.. laki-laki kalau udah punya mau, rayuan keluar, tapi aku suka juga apalagi dia tahu kegemaranku makan bakmi GM.)
"Baik Om.. saya pakai bluss biru motif bunga kecil-kecil, Om tunggu dibawah ya"!! balasku memastikan .

Tepat jam 19.00 aku sudah sampai didepan gedung yang dilantai 3 dan 4 terdapat restorant bakmi GM. Aku melihat sekeliling, tampak seorang pria setengah baya berdiri dilantai bawah, ia berdiri resah seperti sedang menunggu seseorang.

Related image"Mungkin ini.. yang namanya Om Prass"!! bathinku sambil berjalan ke arahnya.
"Tantri ya.."?!! Sapa si pria tadi setelah aku mendekatinya.
"Eh..Om Prass..ya ".?! balasku, langsung kami bersalaman sambil saling kecup pipi.
"Udah lama nunggu Om?!" Tanyaku semanja mungkin.
"Ngga juga! kita langsung naik yuk.. kerestorant, nanti ngga kebagian tempat "!! ajak Om Prass sambil menekan tombol lift.
Di lift.. Om Prass.. bergumam sambil tersenyum.." Ternyata fotomu tidak seindah warna aslinya, nggak pakai fuji ya waktu foto"!! ..
Refleks aku cubit lengannya. "Akh.. Om dibayar berapa sama fuji film..?!! Om.. juga tidak seangker waktu chating.. saya sempat takut lho Om.. habis Om kata-katanya singkat dan mau menang sendiri kalau di chating!! " kataku nyerocos sambil tertawa, sampai-sampai aku lupa kalau dilift juga banyak orang lain. Terus terang, setelah bertemu, aku semakin tertarik dengan figur dan gaya bicaranya Om Prass.

Related imageSampai direstorant kebetulan kami langsung dapat tempat duduk dan setelah pesan makanan kami lanjutkan ngobrol. Ternyata Om Prass.. di samping gentle dan penuh perhatian, dia juga senang bercanda, makanya tidak terasa.. kami sudah hampir satu jam ngobrol sambil menikmati bakmi kesukaan ku.

"Sudah satu jam lebih lho kita disini, nanti bisa-bisa kita disuruh bantuin cuci mangkok kalau nggak keluar-keluar "!! kata om Prass yang disambung dengan..
"Setelah ini Tantri mau kemana??!! Tanya Om Prass tersenyum khas.
"Terserah Om saja.. besok Tantri libur koq, dan seperti Tantri bilang di chating.. "Kalau kita sudah ketemu, jangankan no telepon.. apasaja yang Om minta pasti deh Tantri kasih ..!! Jawabku penuh manja.
"Ah..yang bener nih"!! kata Om Prass sambil mengajakku beranjak dari restorant.
Karena obrolannya nyambung, kami jadi tidak canggung lagi, malahan ketika keluar dari restoran Om Prass berjalan memeluk pundakku sambil menapaki tangga biasa.

Related imageArea Dewasa - Di dalam mobil, kami terus ngobrol sambil bercanda dan terkadang Om Prass .. jadi kurang konsentrasi mengemudi karena sering aku cubitin. Mobil Om Prass terus melaju menyusuri jalan Gatsu, sampai bundaran cawang berbalik arah kemudian belok kiri masuk ,"Kita kemana Om"!! Tanyaku pura-pura tidak tahu.
"Yach.. ketempat ngobrol yang lebih bebas"!! jawab Om Prass.. terus melajukan mobilnya kehalaman parkir. Setelah sampai didepan salah satu bangunan yang garasinya terbuka, Om Prass membelokkan mobil masuk garasi dan kamipun masuk kekamar sebelah garasi tadi.

"Nah.. disini kita bisa ngobrol bebas khan?!! Kata Om Prass..sambil tangannya memeluk lembut pinggangku.."!! Aku hanya tersenyum sambil memegang tangannya, sementara wajah kami sudah sedemikian dekat.. Aku memejamkan mata..ketika terasa bibir Om Prass.. menyentuh bibirku. Kami melanjutkan kissing ringan sambil merubah posisi saling berpelukan. Aku menikmati kecupan demi kecupan yang dilakukannya dengan lembut dan penuh perasaan.. "Kamu benar-benar manis sayang"!! Bisik Om Prass ditelingaku ..

Aku serasa terbuai.. dan kusandarkan kepalaku didadanya yang bidang. Dia kembali melumat bibirku dengan lembut, tangannya mulai berani bergerilya.. membelai dan meremas halus payudaraku. Aku semakin terbuai karenanya, sehingga ketika disela-sela remasan-remasan kecil, ia mulai melepas kancing bajuku, aku malah membantu dia.

Permainan lidah kami semakin menggebu sementara tangan Om Prass dengan cekatan melepas kaitan BH yang kukenakan, lepaslah sudah pakaianku kecuali CD. Dia bimbing aku yang hanya memakai CD ke tempat peraduan yang sudah tersedia diruangan itu. Aku terlentang menahan sensasi dan..Om Prass melanjutkan aksinya.. dia telusuri lekuk tubuhku dengan jilatan-jilatan halus, pentil teteku dihisap sehingga tampak menjulang tegak diatas bukit kembarku yang mulus. Aku benar-benar menahan sensasi dan tanpa sadar kucengkeram kepaka Om Prass sambil berguman lirih..
"Ohh..augh.. Om.. enaak Om..!! Om buka bajunya.. Om..

Tanpa menjawab, lidahnya terus menjilati sekujur tubuhku. lalu Ia pun melepas pakaian satu persatu.. Sambil aku bantu dia, tanganku sibuk mencari "urat" dibalik CDnya. Om Prass memainkan lubang pusarku dengan lidah, sementara tangannya bergerak menurunkan Cdku. Aku pun melepas Cdnya dan tampak urat Om Prass sudah berdiri tegak, ukuran biasa, tidak terlalu besar tapi bersih. Kini kami berdua sudah telanjang bulat, Ia tampak kagum dengan milikku yang terawat, tapi hanya sesaat, kemudian dia sudah aktif lagi menciumi rambut-rambut lembut, lidahnya bergerak menjilat bagian tengah yang sudah basah.

Related imageMain Ampe Puas- Aku sungguh semakin terangsang dan tanganku yang memang sedari tadi sudah memegang "urat" Om Prass.. sekarang kupakai untuk menarik pahanya, dia merespon.. sehingga "urat" dia sudah tepat berada didepan mulutku, Aku langsung menjilati kepala "urat" yang halus, Aku kulum milik Om Prass yang mulai terasa berdenyut-denyut. Mungkin lebih dari 5 menit, kami saling mengulum, menjilati dan menyedot "andalan" kami masing-masing. Aku menikmati betul sensasi yang diberikan oleh Om Prass sampai akhirnya..

"Om.. ayoo.. Om.. masukin.." pintaku penuh gairah.
"Sebentar ya ..sayang!!"..Om masih ingin menikmati.. "kue apem" ini, Uhh.. lezatnya.. sambil.. puuffh.. puurffh..karena ada rambut halus bawahku melekat dibibirnya.
"Ayoo.. Om.. akh..akh.. saya sudah ngga tahan nih..!!", Tanpa menunggu persetujuannya aku langsung menggerakkan tubuhku untuk merubah posisi.. Aku bimbing urat milik Om Prass, dan dengan sekali tekan masuklah dia' sampai terbenam penuh didalam vaginaku. Semakin nikmat rasanya ketika urat Om Prass bersentuhan dengan klitorisku, gerakkan tubuhku menggeliat kian kemari sementara kedua kakiku dikaitkan kepinggang Om Prass..
"Oohh..akh.. nikmat Om..terus.. terus.. Om..!! sambil kuimbangi dengan gerakan pantatku. Lagi-lagi Om Prass tidak menjawab, sambil terus memaju-mundurkan uratnya dia meremas, menghisap teteku secara bergantian. Hampir sepuluh menit kami terus berpacu dalam posisi itu, kemudian tubuhku mulai mengejang.. terasa aliran darahku semakin cepat.. dan kupeluk erat tubuh Om Prass yang menindih diatasku..
"Ayoo Om ..saa .. maa- saamaa.., oohh.. aakh.. aakkhh!! Aku mencapai orgasme meskipun belum terasa ada cairan yang keluar dari urat om Prass.

Om Prass tahu kalau aku sudah mencapai klimaks, dia menghentikan gerakan namun tetap membiarkan uratnya yang masih tegang didalam vaginaku. Om Prass memeluk tubuhku dan mengantarku menuntaskan kenikmatan yang baru saja kualami. Saat-saat seperti inilah yang paling aku sukai jika ML dengan pria setengah baya. Ia begitu lembut, sabar dan romantis menemaniku dalam menikmati masa purna orgasme.

"Om.. Tantri puas Om.. Terima kasih ya, Om baik.. deh!" bisikku masih lemah..
Related imageDia hanya tersenyum, namun tiba-tiba dia mengangkat badan tapi tidak mencabut uratnya dan langsung.. berkata.. satu.. dua.. tiga..empat..sepuluh..!! hooree.. sambil mengangkat kepalan tangannya dengan mimik lucu menirukan gaya petinju yang dinyatakan menang.
"Sialan.."! bathinku.. tapi aku geli juga melihat kelakuannya.. dan kamipun tertawa.
"Aku bercanda..sayang..!" kata Om Prass cengengesan, sambil kembali memeluk, membelai dan mengecup keningku dengan mesra,

Aku menimati diperlakukan seperti itu, malah sekarang badanku terasa fress lagi. Kukeluarkan urat Om Prass yang masih tegang dari sarangnya. Kemudian dengan lembut kubersihkan dengan selimut.. dan langsung kumasukkan kemulutku.. Aku sepong milik Om Prass dengan penuh perasaan..tampak dia merem-melek menikmati hisapanku.. sementara tangannya.. memainkan klitoris milikku.

Sesaat gairahku bangkit lagi.., aku naik keatas tubuh Om Prass yang terlentang dan kembali urat Om Prass kumasukan kesarang tepat dibagian yang paling sensitif. Kugoyang pinggulku menirukan goyang Inul.. sampai terasa om Prass meremas teteku semakin kuat. Sebenarnya sambil bergoyang, terlintas pikiranku untuk membalas canda Om Prass tadi, aku ingin hitung dia.. namun ketika menyaksikan tubuh Om Prass kelojotan serta wajahnya yang merem-melek, aku jadi ikut-ikutan terangsang berat.

"Tantri..oh.. Tantri.. Om.. mau ..keluaarr.."!! desah Om Prass bergumam..
Aku berusaha menahan diri sekuat tenaga, namun lagi-lagi ketika terasa urat Om Prass memuncratkan laharnya memenuhi seluruh rongga vaginaku..aku hanyut..
"Akhh.. uhh..akhh.. oohh.."!! aku melengkuh sambil mejatuhkan wajahku kedada Om Prass.., aku orgasme untuk kedua kalinya. Om Prass memeluk tubuhku yang berada diatasnya. Aku tetap membenamkan wajahku didada Om Prass, terasa urat Om Prass.. mulai mengecil.. kemudian perlahan.. lepas dari vaginaku.
Om Prass bangun.. lalu mengecup keningku.."Terimakasih..Tantriku sayang.."!!
"Sama-sama Om.. Tantri juga puas koq, apalagi skornya 2-1"!! jawabku tersenyum.
Om Prass langsung nyambung.."Ooo.. rupanya, tadi Tantri ingin jadi juri juga ya?!"
"Wah.. ngga mudah lah, Thomas Americo dilawan..!! dan tawa kamipun berderai disaksikan furnishings di ruangan yang sejak tadi membisu menyaksikan ulah kami.

"Om.. puas sekali sayang..!!" terimaksih.. ya atas semuanya. Aku tidak menjawab hanya kembali kurebahkan kepalaku didadanya.. Dan setelah badan terasa pulih.. kami beranjak kekamar mandi, saling memandikan namun tidak sampai ML lagi. Setelah rapi semua, kamipun masuk mobil, lalu melaju ke arah tempat kosku. Aku benar-benar menikmati pertemuan ini. Begitulah Cerita Tantri..

Tamat



PARTNER CERITA SEX



PARTNER NONTON

PARTNER BOKEP & SEMI




Area Seks : Cerita lain Tante Nita

Related imageCerita Dewasa - Kejadian hubungan saya dengan Tante Nita sudah lewat hampir 1 bulan, dan selama itu pula kami tidak pernah lagi melakukan hubungan badan. Dalam pikiran saya, mungkin Tante Nita sudah menyadari kekhilafannya, dan saya juga harus bisa melupakan kejadian tersebut dan menganggap kalau kejadian itu tidak pernah terjadi. Karena pada dasarnya saya juga merasa malu pada diri saya sendiri, tapi dilain pihak saya juga merasakan nikmatnya persetubuhan kami. Mungkin perasaan ini jugalah yang ada di dalam hati Tante Nita.

Seperti biasanya, saya kalau sedang bernafsu sering saya lampiaskan pada film porno dan tentu saja akan berakhir dengan onani. Kalau setiap habis menonton film porno, saya sering membayangkan sangat ingin menikmati tubuh Tante Nita kembali.

Pada suatu sore, ketika saya sedang menikmati film porno dan sedang dalam tahap sangat ingin melakukan hubungan seks, (mungkin seseorang kalau sekali sudah merasakan nikmatnya hubungan seks, akan sulit untuk melupakannya) tiba-tiba berdering telepon dan tentu saja membuatku terhentak seketika dan dengan sedikit mengomel saya bangkit dan menjawab teleponnya (pembaca dapat merasakan kalau kita sedang menikmati sesuatu, terus ada hal yang mengganggu).
Dengan berat saya menjawab, "Halo.., mau cari siapa..?"
Lalu terdengar suara seorang wanita, "Saya ingin mencari Endy, Endynya ada..?"
Dengan sedikit rasa ingin tahu, saya jawab, "Yah, saya Endy, disana siapa yach..?"

Kemudian terdengar suara yang agak genit tapi sangat merangsang, "Hayo.., sudah lupa yach sama saya, padahal belum juga satu bulan..!"
Hati saya langsung berdebar-debar, lalu saya bertanya kembali, "Disana Tante Nita yach..?"
Dan terdengar suara, "Emangnya kamu pikir sapa, sembarangan aja..!"
Lalu saya pun berkata, "Ada keperluan apa Tante..?"
Dengan pelan tetapi agak kesal, Tante Nita berkata, "Kamu kayak nggak tau aja, rumah tante lagi sepi nih, selain itu tante lagi pengen nih, kamu bisa khan nolongin tante..?"
Dengan sedikit jahil saya bertanya lagi, "Nolongin apa tante..?"
Tante Nita yang mungkin sudah kesal sekali, lalu berkata, "Kamu ini bodoh atau pura-pura bodoh sich, udah hampir satu bulan nich.. apa kamu nggak ingin kenikmatan kayak waktu itu..?"

Related imageCerita ABG - Dalam hati, tentu saya saja saya sudah sangat berharap karena selain rangsangan dari film porno yang saya tonton, saya juga tidak merasa puas akan onani yang saya sering lakukan.
Lalu saya berkata, "Tante tunggu yach, saya segera kesana, paling cuman 10 menitan."
Dan Tante Nita menjawab, "Yach udah.., cepatan yach, tante tunggu nih..!"

Dalam 10 menit, saya sudah tiba di rumah Tante Nita, dan ternyata Tante Nita sudah menunggu saya di depan rumahnya, terlihat Tante Nita memakai setelan piyama. Lalu kami pun masuk ke dalam rumah dengan nafas terengah-engah.
Saya berkata, "Tante ini bikin capek saya aja..!"
Dan dengan agak manja, Tante Nita berkata, "Masak gitu aja capek, tapi kamu juga dapat enaknya khan, kamu ini juga kok masih juga panggil tante, khan udah dibilang panggil aja dengan Nita, gimana sech..!"
Dengan tertunduk saya berkata, "Iya juga sech, saya lupa tante.. eh.. Nita maksud saya."

Lalu saya masuk ke dapur dan mengambil minum. Tante Nita pun menyusul saya masuk ke dalam. Sesudah meminum habis air dalam gelas, saya segera menarik Tante Nita dan memeluknya. Dengan manja Tante Nita berusaha untuk melepaskan peluksan saya, tapi saya segera mendaratkan ciuman saya ke bibirnya. Tante Nita terlihat sangat menikmatinya dan mulai membalas ciuman saya dengan mengigit pelan lidah saya, tapi saya juga berusaha membalas ciumannya.

Kami berciuman hampir 3 menit, lalu saya melepaskan ciuman saya dan bertanya, "Nit, saya bole nanya nggak..?"
"Yach.., nanya aja, emang kenapa..? jawab Tante Nita.
Related imageLalu saya berkata kembali, "Kalo bole tau, kamu pake celana dalam warna apa hari ini..?"
Dan Tante Nita berkata, "Eh kamu.. memalukan, masak nanya hal yang gituan..?"
Saya berkata lagi, "Masak nggak bole sich..?"
Tante Nita berkata, "Yach udah.., kamu lihat aja sendiri..!"
Lalu tangan saya mulai bergerilya di sekitar wilayah pinggang ke bawah dan dengan pelan saya mulai membuka celana piyama nya dan telihat kalau Tante Nita memakai CD warna putih dan terlihat bayangan kehitam-hitaman di sekitar lipatan kakinya.

Lalu Tante Nita berkata, "Nah udah tau khan, kok masih diam aja, kayak ngak pernah gituan aja..!"
Dengan tersenyum saya lalu mengendong Tante Nita segera menuju kamarnya.
Tante Nita berkata, "Kamu ini kok nggak sabaran sech..?"
Sampai di kamarnya, saya membaringkan Tante Nita ke ranjang dan segera membuka pakaian serta celana saya, sehingga saya hanya tinggal memakai CD. Sedangkan terlihat kalau kemaluan saya sudah menegang. Lalu saya segera mencium bibir Tante Nita, sedangkan tangan saya mulai aktif bekerja meremas payudara Tante Nita. Kemudian saya pun membuka baju Tante Nita, sehingga tampaklah payudara Tante Nita yang masih terbungkus oleh BH yang berwarna putih juga (dalam pikiranku mungkin BH dan CD Tante Nita adalah satu set, sehingga tampak sangat serasi).

Related imageArea Dewasa - Lalu tangan saya mulai bergerak ke belakang untuk mencari kait dan membuka BH-nya tante, tapi dengan tersenyum Tante Nita berkata, "Ini model baru Ndy.., kaitnya terletak di depan."
Dan tangan Tante Nita sendiri yang melepaskan kait BH-nya, sehingga tampaklah oleh saya payudara Tante Nita yang masih kencang. Saya segera menenggelamkan wajah saya ke dalam payudaranya. Dengan gerakan meremas dan mulut saya menghisap putingnya, Tante Nita mulai terangsang, ini terlihat dari erangan Tante Nita.
"Uuh.. enak sekali.. terus Ndy.. ehmm.."

Lalu tangan saya mulai bergerak ke bawah, masuk ke dalam celananya dan mulai menyentuh bagian di sekitar selangkangannya, meskipun hanya dari luar celana dalamnya.
Lalu tante berkata dengan sedikit tertekan, "Ndy.. tante nggak tahan lagi nih..!"
Tanpa berpikir panjang lagi, saya segera melepaskan celana sekaligus CD Tante Nita, karena nafsu saya juga telah memuncak. Lalu terlihatlah kemaluan Tante Nita yang ditumbuhi bulu-bulu yang terawat dengan rapih.

Kepala saya segera turun dan segera menjilati kemaluan Tante Nita.
Terdengar Tante Nita menjerit, "Aduh Ndy.., nikmat sekali.. terus.. tante merasa nikmat terus Ndy.. uh.. uh.. ahh.."
Tiba-tiba tubuh Tante Nita mengejang dan pinggangnya terangkat ke atas. Saya mengetahui kalau Tante Nita sudah hampir mencapai klimaksnya, tapi saya segera menghentikan permainan saya, sehingga terlihat kalau Tante Nita sangat kecewa dan berkata, "Kamu kok gitu sech Ndy..!"
Saya berkata lagi, "Nit, nanti saya akan memberikan kenikmatan yang sebenarnya, tapi sekarang kamu harus meluruskan kembali dulu adik saya ini..!" sambil menunjukkan batang kemaluan saya yang sudah agak mengecil.

Related imageSaya bangkit dan segera mengarahkan kemaluan saya ke dalam mulut Tante Nita. Tante Nita nampaknya sangat liar dan segera melahap habis kemaluan saya, terlihat kalau kemaluan saya terbenam seluruhnya ke dalam mulut Tante Nita. Dengan gerakan menghisap Tante Nita berhasil membuat kemaluan saya sudah dalam keadaan siap tempur dan sudah dalam ukuran yang maksimum.

Lalu Tante Nita menyuruh saya untuk memasukkan kemaluan saya ke dalam kemaluannya, lalu saya bergerak turun dan tubuh saya menimpa tubuh Tante Nita. Saya mengarahkan kemaluan saya ke lubang kemaluan Tante Nita. Dengan pelan tapi pasti, saya mulai menekan kemaluan saya ke dalam lubang Tante Nita. Karena sudah basah oleh ludah Tante Nita dan kemaluan Tante Nita sudah basah oleh cairan kemaluannya, sehingga memudahkan kemaluan saya menekan, meskipun masih terasa sakit di sekitar kepala kemaluan saya.
Tante Nita mulai menjerit dengan tertahan, "Aduh.. duh.. sakit.. Ndy.. teruskan.. uh.. ah.. ehm.. tapi nikmat sekali..!"
Karena ingin segera mencapai klimaksnya, saya pun segera membenamkan habis kemaluan saya dan terasa kenikmatan yang hebat baik saya maupun Tante Nita.

Related imageMain Ampe Puas- Kemudian saya segera melanjutkannya dengan gerakan naik turun, sedangkan Tante Nita berusaha mengimbangi permainan saya dengan gerakan pinggulnya ke kiri dan ke kanan. Dan sesudah 5 menit, kemudian Tante Nita menjerit dan kakinya mengunci pinggang saya, kemudian mulai menendang ke atas.
"Ndy.. saya sampai nih.. ah.. uh.. uh.. ehs.. nikmat sekali..!"desahnya menahan kenikmatan.
Sedangkan tangannya bergerak tidak karuan dan mencakar punggung saya, tapi saya sudah tidak mempedulikannya lagi dan terus memompa kemaluan saya ke dalam lubang surgawi Tante Nita.

Selang beberapa detik kemudian, saya merasa ada sesuatu yang akan meledak keluar, dan saya merasakan segera mencapai klimaks.
Lalu saya berkata, "Nita, tahan.., sebentar lagi saya segera keluar..!"
Saya mengerang, "Uuh.. uh.. enak sekali, sungguh enak sekali."
5 detik kemudian, saya pun menghujani kemaluan Tante Nita dengan siraman air sperma saya dan saya merasakan adanya cairan hangat dalam kemaluan Tante Nita dan dinding kemaluan Tante Nita menjadi agak licin.
Saya tahu Tante Nita dan saya sudah mencapai orgasme bersamaan dan terdengar jeritan, "Uuh.. Ndy.. enak sekali.. tante sampai.. uh..!"

Setelah mencapai orgasme, saya jatuh tertidur di samping Tante Nita.
Related imageTante Nita berkata, "Terima kasih Ndy.. tante puas sekali.., sudah lama tante nggak merasa puas seperti ini..!"
Lalu saya tersenyum dan berkata, "Saya juga puas tante, kemaluan tante nikmat sekali, sungguh saya puas Nit..!"
Kemudian kami pun saling berpelukan dan berciuman kembali.

Setelah hampir setengah jam beristirahat, kami mengulangi kembali permainan seks kami, hanya kali ini Tante Nita berada di atas, sedangkan saya di bawah. Permainan ini hanya berlangsung sekitar 5 menit, karena kami masing-masing sudah lelah pada permainan yang pertama, sehingga pada permainan kedua ini kami merasa tidak senikmat permainan pertama. Setelah lelah dan tertidur, tidak sadar hari sudah sore, maka segera saya membersihkan diri dan ingin segera pulang ke rumah. Tante Nita mengantar saya sampai ke pintu rumahnya.
Dia berkata, "Endy.., tante puas hari ini..!"
Saya berkata membalasnya, "Saya juga tante, tante hebat sekali..!"

Dengan tersipu, Tante Nita berkata, "Kapan-kapan kita lanjutkan lagi..?"
Saya menjawab, "Iya Nita, saya akan dengan senang hati melayanimu, soalnya kamu hebat sech..! Saya suka deh ama kamu.."
Tante Nita berkata lagi, "Iya, kalo kamu ingin, kamu bisa kok telepon tante, nanti kita bisa cari tempat yang aman, soalnya tante juga malu khan kalo tiap hari tante aja yang minta..!"
Lalu saya berkata lagi, "Iya dech tante.., nanti kalo saya pengen, tante harus siap loh..!"
Dengan senyuman, Tante Nita menganggukkan kepalanya.

Related imageSaya kembali memeluk Tante Nita dan menciumnya, sedangkan tangan saya bergerak ke arah selangkangannya dan menggosoknya.
Tapi Tante Nita berkata, "Udah donk Ndy.. Tante malu nih digituin terus..!"
Tapi saya terus saja memainkan kemaluan Tante Nita dan berkata, "Malu apanya tante, saya juga udah pernah lihat ama menikmati seluruh tubuh tante kok, tante juga suka khan..?"
Sambil tertunduk, Tante Nita berkata, "Aah.. udahlah.. lain kali aja deh, saya janji pasti akan terus memberi kenikmatan yang lebih ama kamu, udah dech yang lainnya udah mo pulang tuh..! (maksudnya keluarga Tante Nita) Kamu harus segera balik tuh..!"
Lalu saya mengiyakannya dan segera melepas ciuman dan pelukan serta tangan saya dari selangkangan Tante Nita.

Hubungan kami berlansung lama dan hampir 2 tahun. Kami selalu berhubungan dengan diam-diam dan saya selalu puas denga permainan Tante Nita. Sedangkan Tante Nita juga sebaliknya merasa puas akan permainan kami, tapi kami selalu melakukan hubungan seks dengan cara-cara yang tradisional dan tidak pernah mencoba gaya-gaya yang agak berani, seperti gaya anjing, 69 ataupun yang lainnya.

Belakangan ini, dari cerita Tante Nita, saya tahu kalau suaminya (papa teman saya) mempunyai istri simpanan di luar, sehingga Tante Nita merasa sering ditinggalkan dan kebutuhan batinnya tidak pernah tercukupi.

Setelah hubungan yang begitu lama, saya mulai merasakan kalau saya menyukai Tante Nita, tapi saya tidak tahu apakah saya mencintainya atau hanya perasaan karena kami sering berhubungan intim.
Pernah sekali saya mengutarakannya, tapi Tante Nita memberi penjelasan, "Kamu ini hanya terbawa perasaan, diantara kita memang ada rasa suka, tapi tidak pernah saling mencintai, kita hanya membutuhkan masing-masing untuk memuaskan kebutuhan kita..!"
Dan saya mulai mengerti kalau hubungan ini tidak akan berlangsung lama. Setelah saya melanjutkan pendidikan saya di luar kota, saya mulai jarang kembali ke kampung halaman saya. Tetapi saat saya kembali, saya dan Tante Nita selalu mencari kesempatan untuk melakukan hubungan seks kami.

Cerita ini merupakan pengalaman nyata yang saya alami, bukan rekayasa. Meskipun dalam cerita ini, cerita seksnya kurang dominan, tapi saya ingin pembaca tahu konflik batin yang terjadi dan pertentangan-pertentangan dalam diri kita. Terima kasih atas perhatiannya, saran dan kritik saya tunggu di email saya.

Tamat


PARTNER CERITA SEX



PARTNER NONTON

PARTNER BOKEP & SEMI




Area Seks : Nikmatnya dua irisan mentimun

Related imageCerita Dewasa - Cerita asliku ini adalah cerita yang ke-dua setelah cerita pertamaku yang sudah dimuat di Rumah Seks dengan judul Ibu Lia dengan Rasa juice melon. Sebenarnya aku punya banyak sekali kisah petualanganku dengan wanita-wanita yang pernah aku cintai.
Dan yang pasti hampir semua wanita yang aku kencani, biasanya aku gunakan alat atau bahan dari buah-buahan, madu, dan lain-lain. Dan kali ini aku menggunakan dua irisan mentimun. Ini dia kisahku.

*****

Pada saat aku bekerja di sebuah perusahaan besar dikawasan kota Denpasar yang bergerak di bidang penjualan mobil-mobil baru kira-kira tiga tahun yang lalu, disanalah aku kenal banyak wanita-wanita cantik yang hampir setiap hari aku jumpai. Mulai dari wanita yang keibuan sampai dengan wanita yang haus akan kebutuhan laki-laki.

Ketika aku hendak pulang dari kantor, kira-kira pukul 05.00 WITA, datang sepasang suami istri yang bermaksud untuk melihat mobil baru yang dipajang di dalam ruang pameran. Kemudian setelah kami berbincang-bincang agak cukup lama, akhirnya Bapak Lilis dan Ibu Lilis menyepakati untuk membeli satu unit mobil keluaran terbaru dan saya berjanji untuk mengirimkannya pada esok hari.

Hari Sabtu kira-kira pukul 10.00 WITA, sesuai dengan janji saya untuk mengirimkan satu unit mobil ke Bapak Lilis. Dengan seorang sopir perusahaan, lalu saya bergegas meluncur ke rumah Bapak Lilis.

"Selamat Pagi.., Bapak Lilis ada..?" tanyaku kepada pembantunya yang membukakan pintu depan rumah Bapak Lilis.
"Bapak sedang jemput tamunya di Airport. Maaf bapak siapa..?" tanya pembantunya sambil memperhatikan aku.
"Saya Dimas.. Dari xx Company mau hantarkan Mobil baru untuk Ba..?" belum sempat habis keterangannku kemudian Ibu Lilis datang dari arah tangga rumahnya.
"Ooh.. Bapak Dimas.. Mari masuk..?" sahut Ibu Lilis mempersilahkan aku masuk ke ruang tamunya.

Related imageDengan pakaian senam yang masih menempel ditubuh Bu Lia sambil menyeka keringat dengan handuk putihnya nampak sexy sekali dan tampak lebih muda dari usianya. Yang aku perkirakan umurnya tidak lebih dari 32 tahun. Sementara itu pembantunya diberi kode untuk membuatkan aku dan sopirku suguhan orange juice, lalu Ibu Lilis masuk ke kamarnya untuk mengganti pakaian.

"Sesuai dengan permintaan Bapak dan Ibu, ini kami kirimkan mobil sesuai dengan warna yang Ibu minta kemarin dan tolong di cek keadaan mobil sekaligus nanti akan saya perkenalkan cara pemakaian berikut dengan garansinya."

Dengan penuh teliti Ibu Lilis memperhatikan unit mobinya sambil minta pengarahan mengenai spec mobilnya.

"Dari cara Ibu pegang persenelingnya, nampaknya Ibu sudah berpengalaman naik Mobil. Hanya saja untuk melepas hand rem-nya Ibu tekannya kurang keras. Jadi hand rem-nya nggak bisa turun. Maklum mobil baru Bu..!" jawabku menjawab pertanyaan Ibu Lilis. Yang ternyata jawabanku membuat wajah Ibu Lilis memandangiku serius.

"Saya merasa nyaman duduk di mobil ini, dan bagaimana kalau saya coba dulu, tapi tolong ditemani ya.. Agak takut juga soalnya mobil baru..?" pinta Ibu Lilis dengan suara khasnya.
"Jangan khawatir Bu, mobil ini bergaransi tiga tahun dan saya siap menemani Ibu untuk mencobanya."

Related imageCerita ABG - Dalam perjalanan mengitari pantai di Kuta akhirnya obrolanku dengan Ibu Lilis semakin akrab. Dan aku menawarkan ke Ibu Lilis untuk membeli variasi dan acesoris untuk mempercantik mobilnya.

"Nanti mobil ini kan.. Dipakai ibu sendiri.., jadi tinggal tambah sedikit acesoris, saya yakin penampilan Mobil ini sama cantiknya dengan penampilan yang mengendarainya."

Dengan senyumannya yang susah untuk diartikan akhirnya Ibu Lilis mempertimbangkan penawarannku. Aku berharap Ibu Lilis menyetujui ideku, sebab aku bisa lebih banyak cerita dan mendapat fee dari pembelian acesoris di toko langgananku.

Seperti biasa kalau pada hari senin biasanya orang-orang malas untuk bekerja, demikian juga denganku. Karena hari minggu kemarin seharian aku di kampung karena ada upacara Agama, dan sangat melelahkan untuk kembali ke Denpasar sebab jarak kampungku dengan tempat aku bekerja di Denpasar cukup jauh. Kira-kira dua jam baru sampai. Dan pada hari senin itu aku mendapat telpon dari temanku dan katanya ada seorang wanita yang nunggu aku di counter. Kemudian aku bergegas turun dari ruanganku di lantai atas.

"Oh.. Ibu Lilis.. Selamat pagi.. Apa khabar..?" tanyaku kepada Ibu Lilis dengan perasaan kaget dan khawatir.

Kaget karena Ibu ini tidak menelpon aku terlebih dahulu kalau dia mau ke kantor, dan khawatir kalau mobil yang aku kirim hari Sabtu bermasalah.

"Baik..!" jawab Ibu Lilis singkat.
Related image"Bisa saya bantu Bu.." tanyaku ke Ibu Lilis sambil memperhatikan pakaian yang menempel cocok dengan tubuh Ibu Lilis yang seperti foto Model iklan. Sungguh anggun dengan kaca mata merek Versace yang siselipkan diantara rambutnya yang disemir merah keemasan. Wajah yang cantik sesuai dengan pakaian feminim layaknya seperti wanita karir dengan rok mini-nya terlihat jelas bulu halus tertata rapi dikakinya.

"Begini Pak Dimas.. setelah saya pikir-pikir kemarin mengenai pemasangan dan pembelian acesoris, saya memutuskan untuk mengikuti saran dari Bapak Dimas. Jadi hari ini saya datang kesini untuk menjelaskan itu dan saya berharap kalau Bapak tidak ada jadwal atau acara, biar Bapak Dimas yang mengantarkan saya ke toko variasi langganan Bapak". Pinta Ibu Lilis.
"Kebetulan hari ini saya tidak ada jadwal, jadi saya siap untuk mengantarkan Ibu. Tapi tolong jangan resmi gitu manggil saya Bapak. Panggil saya Dimas aja Bu.. Ya..?" pintaku kepada Ibu Lilis karena aku merasa risih dipanggil Bapak. Karena umurku masih 30 tahun dan dibawah umur Ibu Lilis.

Karena cukup lama pemasangan acesoris yang dilakukan oleh sebuah toko variasi, maka kesempatan itu aku pakai ngobrol dengan Ibu Lilis yang aku baru tahu kalau Ibu Lilis mempunyai perasaan yang sama untuk mencapai satu tingkatan arti dari sebuah pertemuan yang membawa aku dan Ibu Lilis ke sebuah episode kisah romantisme yang sulit untuk dilupakan sampai akhir.

Related imageArea Dewasa - Setelah mobil selesai terpasang, aku dan Ibu Lilis keluar dari toko variasi dan Ibu Lilis mengajakku untuk makan siang bersama di sebuah restoran. Namun aku halangi ke tempat restoran yang Ibu Lilis tunjukkan.

"Saya punya teman baru buka restoran.. bagaimana kalau kita kesana untuk mencoba menu barunya. Barangkali ada yang istimewa disana..?" kataku sedikit bohong karena restoran yang aku sebutkan diatas adalah restoran dengan hotel yang biasa aku pakai untuk kencan dengan mantan pacarku dulu.

Selagi makan siang, aku kasih kode kepada waiters untuk memesan kamar. Ketika Ibu Lilis membayar Bill-nya ke Kasir, aku ambil kunci kamar no 102 untuk short time.

"Bu.. Karena baru jam 02.00 bagaimana kalu kita ngobrol lagi di sebelah restoran ini.?" Tanpa sempat bertanya tangan Ibu Lilis sudah aku gandeng untuk masuk kamar 102.
"Dimas.. Kamu nakal ya..?" demikian tanya Ibu Lilis.
"Sedikit Bu.. Tapi asyik kalau kita ngobrol nggak dilihat orang-orang disekitar." jawabku mengalihkan perhatiannya.

Related imageSambil kusentuh halus jari jemarinya sebab menurut pengalamanku orang yang berbintang virgo seperti Ibu Lilis ini, rangsangan plus-nya ada di telapak tangan selain rangsangan bagian lainnya yang umum dipunyai seorang wanita.

"Mmmh kamu romantis ya Dim..?" tanya Ibu Lilis mungkin karena rambut yang terurai rapi sebahu itu aku sentuh dengan tanganku lalu aku cium rambutnya yang harum bak kembang setaman yang membuat bibir Ibu Lilis berkata seperti itu.
"Terus terang aku paling senang memperlakukan wanita seperti ini Bu.. Tanpa dibuat-buat. Walau kadang pendapat orang bilang kalau sudah ketemu wanita cantik pasti nafsunya yang nomer satu. Tapi bagiku, perasaan yang muncul dulu baru nafsu. Sebab dulu aku pernah satu kali ke lokalisasi dengan nafsu namun rasanya hambar. Nikmatnya hanya sekejab. Lain dengan perasaan. Begitu mempesona dan mengasyikkan. Atau.. Ibu mau membedakan mana perasaan dan mana nafsu..?" tanyaku sambil melirik matanya di sela rambut yang tersingkap oleh hembusan angin AC di ruangan 102.

Related imageMain Ampe Puas- Ketika pikiran Ibu Lilis masih menerawang jauh, kudekatkan bibirku dengan bibir sensualnya Ibu Lilis dan mulai terasa hangat ketika lidah kami saling sedot dan bermain-main. Kemudian pelan-pelan aku lepas ciumanku untuk mengambil dua irisan mentimun yang aku ambil ketika aku makan siang tadi. Kusuruh Ibu Lilis untuk memejamkan matanya. Agar aku bisa taruh irisan mentimun layaknya seperti orang facial.

"Setelah saya tutup mata Ibu.. sekarang tolong fokuskan pikiran Ibu kepada satu tujuan dan pikirkan seolah-olah Ibu sedang mandi mengenakan kain sutra tipis di sebuah sungai yang airnya bersih, tenang, dan damai. Disaat Ibu mandi itu.. Pikirkan bahwa ada laki-laki datang [Dimas] menghampiri Ibu berbisik mesra dan mencium leher dan bibir ibu kemudian melepaskan kain sutra yang ibu kenakan [dan aku buka pakiannya], kemudian menjilati seluruh anggota tubuh Ibu satu-demi-satu mulai dari jari kaki Ibu, betis Ibu, paha mulus Ibu, pusar Ibu, puting susu ibu sampai ketitik rangsangan yang paling didamba kaum laki-laki yaitu kemaluan Ibu yang merah delima."

Seperti ada yang menggerakkan, tubuh Ibu Lilis bergerak halus mengikuti irama jilatanku.

"Ohh.. Shhshh..?" Suara Ibu Lilis bergairah.

Dan memang aku sengaja bercerita fantasy seperti itu, Agar permainannya nanti lebih nikmat dan menjiwai. Kemudian kedua kaki Ibu Lilis aku angkat pelan, kuamati gumpalan kecil diantara rambut yang tertata rapi disela selangkangannya, kuautr lidahku agar bisa masuk ke lubang vagina Ibu Lilis, dan terasa sekali bau khas kemaluan wanita yang membuat aku tambah bergairah. Kubiarkan kedua tangan Ibu Lilis meremas rambutku, kubiarkan kedua paha Ibu Lilis menjepit kepalaku pertanda bahwa gairah nafsu Ibu Lilis sudah mulai naik. Hingga mata Ibu Lilis yang masih terpejam dan tertindih irisan mentimun itu dibukanya sendiri. Karena tak kuasa menahan geli.

Image result for gadis jepang hot"Uhh.. Terus sayang.. Aku menikmatinya..! ohh.. Jangan di lepas..!" Kata Ibu Lilis memintaku untuk tidak melepaskan jilatanku. Kemudian tubuhku aku balik mendekati wajah Ibu Lilis dan tanpa dikomando kemaluanku sudah dipegang tangan kirinya dan dengan gerakan maju mundur mulutnya telah mengulum Penisku yang sudah menegang itu.

"Auchh.. Sedot terus Bu..? Pintaku dengan nafas mulai nggak teratur.
"Say.. Please..?" Suara Ibu Lilis penuh gelora nafsu meminta penisku untuk dimasukkan.

Pelan dan pasti kumasukkan penisku ke lubang vagina Ibu Lilis yang masih rapet.

"Ochh.. Mmhh..?" desah Ibu Lilis sambil menggigit bibir sensualnya menahan geli.

Dengan gerakan pelan-cepat-pelan-cepat membuat mata Ibu Lilis merem melek seperti orang kelilipan. Sedikit demi sedikit pantat Ibu Lilis mulai dia goyangkan mengikuti irama gerakanku. Sekali-sekali gerakannya diatur sedemikian rupa sehingga membuat penisku seperti dijepit vaginanya.

"Ohh.. Sayang.. Aku mau seperti ini terus..?" pinta Ibu lilis sambil mendekap erat tubuhku yang sudah mulai berkeringat.
"Aku juga..!" kataku menahan geli.

Related imageAku pompa terus kemaluanku, lalu kumiringkan badanku sehingga tubuhku dan tubuh Ibu Lilis sama-sama miring. Kusuruh tangan kiri Ibu Lilis untuk mengankat dan memegang paha putihnya, kemudian puting susu yang bentuknya seperti belum pernah di sedot orang lain, aku gigit kecil dan kujilati sampai putingnya menegang. Sementara tangan kananku [jari tengah] kumainkan di daerah klitoris kemaluan Ibu Lilis. Terlihat tubuh Ibu lilis bergetar menahan geli yang teramat nikmat.

"Sayang.. Aku geli sekali.. Seperti.. Ochh!" tidak sempat Ibu Lilis melanjutkan percakapannya karena spermanya keburu muncrat dan membasahi kemaluan dan buah pelirku.
"Ochh.. Ssshh..!!" suara terakhir Ibu Lilis melepaskan cengkeraman tangannya di bahuku.
"Seperti apa..?" tanyaku melanjutkan pertanyaan Ibu Lia yang belum sempat Dia jawab karena spermanya keburu keluar. Dan pinggangku dicubitnya genit.
"Seperti.. Ochh.. Aku geli lagi sayang.. Puasin aku sekali lagi?" pinta Ibu lilis meminta untuk kedua kalinya.

Dengan gairah yang menggebu-gebu, kuubah-ubah posisiku agar Ibu Lilis nggak merasa bosan. Aku ulangi lagi genjotanku sampai tubuh Ibu Lilis menggeliat seperti cacing kepanasan. Untuk kedua kalinya kulihat tubuh Ibu Lilis seperti orang kejang-kejang. Pantatku ditekannya, sementara bibirnya mendesah sambil menjilati kedua sisi bibirnya yang terbungkus lipstik merah terang.

"Yang.. Kita keluar sama-sama yuk..?" kata Ibu Lilis.
Related image"Ya.. Sebentar lagi spermaku mau keluar. Ibu rasakan nggak kontolku semakin menegang.?" jawabku.
"Oh.. Iya.." sahut ibu Lia sambil melihat kemaluanku dan kemaluan Ibu Lilis yang tengah beradu untuk mencapai titik kenikmatan.
"Ochh.. Sshh.. Ochh" sengaja kudekatkan desahanku ke telinga ibu lilis. Saat itu juga telinga Ibu Lilis yang bersih, aku gigit nakal dan dengan lidahku aku jilati lubang telinganya sampai kepala Ibu Lilis geleng-geleng kegelian.
"Auchh.. Ouchh.. Crot.. Crot.. Crot.. Ouchh..!"
"Uachh.. Gila.. Ouchh.." akhirnya aku dan Ibu Lia sama-sama mengeluarkan sperma yang keluar dari kemaluan kami masing-masing.

Setelah cukup lama permainan ngesek itu berlangsung, kemudian aku dan Ibu Lilis bergegas meninggalkan kamar hotel yang banyak memberiku pengalaman bercinta. Demikian juga petualanganku dengan Ibu lilis yang terus berlanjut sampai satu tahun, tanpa hambatan berarti.

Tamat



PARTNER CERITA SEX



PARTNER NONTON

PARTNER BOKEP & SEMI