Kamis, 13 Desember 2018

Main Ampe Puas- Kisah Kelainanku Ngentot Dengan Mamak Dan Tante ku Sendiri

Related imageCerita Dewasa - Boy panggilan ku, Aku ngerasakan sesuatu yang aneh dalam diriku karena aku menyukai ibuku dan tante ku sendiri, Aku  Aku anak tunggal, oleh karena aku tidak pernah bertemu wanita selain disekolah karena ibu belum mengizinkan aku untuk berkencan dengan wanita mungkin ini lah yang membuatku demikian. Sudah semenjak SMP aku mengenal yang namanya bokep, semenjak itu pula aku selalu membayangkan ibuku sambil mengocok penis di kamar mandi.


Ya, mengocok penis adalah kebiasaanku ketika pagi hari,  Dan aku sering menggunakan  celana dalam kotor ibuku untuk mengocok dan berfantasi  sambil sperma kutumpahkan di sana. Ibu dan ayah sudah bercerai semenjak aku masih SD. Ibuku sebagai single fighter mampu menghidupi kami berdua.

Ayah telah menikah lagi dengan wanita lain, Saat umur 16 tahun aku sekolah di SMA terkenal di jakarta dan banyak wanita cantik tapi aku tidak tertarik malah lebih tertarik dengan ibuku sendiri. Awalnya ibuku nggak setuju aku bersekolah di sana karena bakal jauh dari rumah. Namun karena dekat dengan rumah Tante Fani, akhirnya ibuku mengijinkanku.

Tante Fani adalah tanteku, kakak dari ibuku. Umurnya sekarang sih 38-an gitu lah taksirku. Seorang ibu berjilbab besar. Ia ditinggal mati suaminya 3 tahun lalu. Dan sekarang hidup sendiri dengan satu orang anaknya, cewek . Nama anaknya Yuanita. Tante Fany lah yang menganjurkan agar aku menginap saja di rumahnya, jadi kalau hari sabtu dan minggu baru pulang. Ibuku bisa mengunjungiku kapan saja. Usaha roti yang dikelolanya pun rasanya tak bisa dilepaskan. Ibuku mempunyai usaha roti. Dan omsetnya cukup lumayan. Tanpa itu aku tak bisa sekolah. Sedangkan Tante Fany seorang PNS.

Cerita ABG - Aku sudah tinggal hampir setengah tahun tinggal di rumah Tante Fany. Ibuku menjengukku setiap 3 hari sekali, kadang juga 1 minggu sekali. Aku pulang setiap Sabtu dan Minggu. Kegiatanku selama di rumah Tante Fany, tentu saja membantunya mencuci piring, pakaian dan juga membersihkan rumah. Terus terang Tante Fany sangat menyukai hasil kerjaku. Menjaga Yuanita yang masih sekolah SMP juga membuatnya bangga punya ponakan seperti aku. Aku juga mengajari Yuanita dalam masalah pelajaran yang sulit di sekolah. Tante Fany baru pulang jam 16:00. Namun ia sudah sangat senang melihat hasil kerjaku membantunya.  Lihat Juga Video Seks Indo

Related imageArea Dewasa - walaupun begitu kebiasaanku mengocok dirumah gak pernah ku tinggalkan. Kali ini aku membayangkan tanteku sendiri karena kan uda jauh dari mamakku.Selalu ku bayang kan tubuh ,montok  tanteku yang memakai jilbab ketika telanjang.. Aku memilik hp yang ada kameranya, dan selalu aku  gunakan untuk merekamnya ketika ia mandi. Dan selama ini tidak ketahuan, bahkan ketika aku berfantasi sambil melihat video tersebut. Biasanya setelah aku Mengocok aku sangat puas bisa membayangkannya. Lihat Juga  Nonton Video Bokep Online.


Suatu malam Tante Fany sedang menonton tv. Tampak anak-anaknya sudah tidur. Aku tak ada kerjaan lain, akhirnya ikutan nonton juga. Kebetulan saat itu tv-nya lagi main sinetron dengan sedikit adegan panas. Tante Fany kali ini seperti biasa memakai daster dan jilbabnya masih terjulur. Namun karena dasternya lengan pendek, aku jadi bisa melihat betapa bersih keteknya. Bahkan sekilas warna branya bisa terlihat ketika ia mengangkat ketiaknya. Warnanya hitam. Wajah Tante Fany masih mulus, dan ia tampak cantik malam itu.

Di tengah keheningan  suasana nonton tv tersebut, ia tiba-tiba menyeletukku, “Kamu sudah punya pacar Boy?”

Aku kaget dengan pertanyaanya, “Belum, tante

Ia mendesah, “Masa’ belum, biasanya anak-anak SMA seumuran kamu itu sudah punya lho”

“Beneran, suwer”, kataku.

“ohh.. ya udah”, katanya.

“Emang kenapa tanya begitu tante?”, tanyaku.

“Kamu jujur sama tante ya”, katanya.

Aku jadi penasaran bercampur deg-degan.

“Kamu sering NGOCOK    kan menggunakan celana dalam tante ya?”, tanyanya.

JDERRR, aku bagai tersamber geledek. Aku pun terdiam lama.

“Berarti bener”, katanya.

“Maafin aku tan”, kataku sambil menahan malu.

“Jangan ulangi lagi ya”, katanya.

“Koq tante tahu?”, tanyaku.

Related imageMain Ampe Puas- “Ya tahulah, habis dicuci masih ada bercak putih. Kan tante ndak keputihan koq bisa ada itu, ya berarti ada pria  iseng dan satu-satu nya pria disini ya cuman kamu ”, katanya sambil tersenyum.


“Maaf tan, habis….”,kataku sambil tertengun

“Kenapa?”sontak tante

“Jujur boy suka sama tante, tante orangnya baik, alim, cantik, keibuan, siapa yang tidak suka dengan tante”, kataku.

Mendengar itu tampak Tante Fany agak tersentak.
“Tapi aku tantemu, mbaknya ibumu, kamu gak boleh gitu. Lagian masih banyak cewek2 yang ada di luar sana. Aneh2 aja kamu ini, ntar aku pulangin ke ibumu klo kamu nakal seperti ini”, katanya mengancam.
“Terserah tante deh, yang penting boy sudah jujur. Awalnya Boy juga merasa aneh punya perasaan ini, tapi sering ketemu tante jadinya begini. Terus terang aku selalu membayangkan tante, kalau hal ini bikin tante marah atau tidak suka, baiklah, Boy akan nge-kost sendiri saja. Besok Boy akan pergi”, aku beranjak dari tempat dudukku.

“Boyy!  tante belum siap ngomong ?”, kata tante Fany.

Aku masuk ke kamarku. Dan menutup pintu. Aku lalu berbaring. Tampak tante Fany  mengejarku. Ia lalu mengetuk pintu.

“Boyy.Boyy, buka pintunya!”, kata tante Fany. “Bukan begitu Boy, kamu harus tahu aku ini bibimu, tantemu, masa’ kamu punya pikiran jorok seperti itu? Boyy….?”katanya dari balek pintu

Aku tak peduli. Aku tinggal tidur. Di dalam tidur aku bermimpi bersama tanteku ngentot. Dan aku terbangun dalam keadaan celana basah. Ahh…..sial aku mimpi basah pikirku dalam hati. Aku segera mandi, karena hari ternyata sudah siang. Selesai mandi tampak Tante Fany berada di sofa. Ia menatapku. Mungkin ia mau melihat apa aku benar-benar akan pergi dari tempat ini. Aku lalu masuk kamar.

“Boyy, tunggu!”

Aku berjalan mundur lagi.

“Sini! duduk dekat tante!”, katanya.

Aku menurut.

Related image“Maafkan soal tadi malam, Tante tak bermaksud kasar kepadamu”, kata tante Fany menjelaskan . “Terus terang perbuatanmu kemarin itu sungguh keterlaluan. Tapi setelah tante berpikir panjang, mungkin itu karena kamu baru masa puber. Maafkan tante. Kalau sampai ibumu tahu kamu tidak di sini, maka ia akan khawatir dan aku tak mau hal itu terjadi. Baiklah terserah kamu mau Ngocok pake cd tante atau tidak, silakan asal kamu jangan pergi dari rumah ini.”


Aku koq seperti mendapatkan angin pikirku.  “Serius tan?”tanyakku

“Iya, tante serius”, kata Tante Fany.

“Sebenarnya, bukan cuma sekedar ngocok sih yang Boyy inginkan, tapi tante!”, kataku dengan lantang

Tante tersenyum. Ia menarik nafas dalam-dalam. Tampaknya ia memikirkan sesuatu.

“Baiklah, kamu boleh mencintai tante seperti pacar, kalau itu maumu. Tapi jangan yang aneh-aneh. Ini aku lakukan agar ibumu tidak sedih”, kata Tante.

“Aneh-aneh gimana tante?”, tanyaku.

“Ya aneh-aneh”, jawabnya.

Aku menggeleng, “Nggak ngerti”

“Kamu sudah paham ngocok masa’ gak tau juga?”, tanyanya. “Mengajak yang aneh-aneh ama tante, berbuat mesum.”

“ooo…”, kataku. “Siap”

Aku tersenyum senang. Dan ya, hari itu dimulailah petualangan cintaku dengan Tante Fani kesayanganku.

Related imageKami benar-benar merasa seperti orang pacaran. Aku pun mulai berani mencium pipinya, memegang tangannya, memeluknya. Ia benar-benar alim. Ia melakukan itu hanya kalau tidak kelihatan Yuanita. Setiap hari aku mengirimkan surat cinta kepadanya. Awalnya ia cuek, tapi lambat laun ada hal yang aneh kurasakan kepadanya. Suatu ketika aku sendirian di rumah, tidak ada siapapun. Iseng aku ke kamarnya. Di sana aku melihat buku harian. Dari situlah aku tahu bahwa ia mulai menyukaiku. Contohnya:


Hari ini tgl 18 April,
Dia mencium keningku lagi, lalu memberikan surat cinta yang indah. Ia keponakanku sendiri, haruskah aku mencintainya? Aku bingung sekarang. Membiarkan diriku masuk ke hatinya, sedangkan aku tak bisa memasukkan dia ke hatiku. Apakah aku telah jatuh cinta? Di saat ia bercerita tentang teman wanitanya yang cerewet di sekolah aku cemburu. Oh tidak, aku jatuh cinta.

Aku tak membaca semuanya, paling tidak aku tahu bahwa tanteku mulai mencintaiku.

Selesailah UAS semester 1. Besoknya libur panjang. Aku ijin ke ibuku untuk beberapa hari di rumah tante Fani karena ada yang harus dikerjakan. Yuanita ikut berlibur bersama sekolahnya. Jadi aku dan tante Fany sendirian di rumah. Dan hari itu hari sabtu, harusnya aku pulang hari itu menengok ibuku. Namun aku urungkan niat.

Tampak Tante Fany memasak di dapur. Aku peluk dia dari belakang, kucium wangi tubuhnya.

“Masak apa sayang?”, kataku.sambil mencium rambutnya yang wangi

“Masak ayam ini”, jawabnya.sedikit cuek

“Kayaknya enak?” pujiku.

Related imageKami lalu sarapan. Tak ada obrolan berarti. Setelah sarapan kami beres2 rumah. Setelah itu kami capek, aku bersandar di sofa. Dan tante Fany juga duduk disitu. Kami menonton tv, aku membiarkan tante Fany bersandar di dadaku. Aku kali ini agak sedikit “berani”. Perlahan aku meraba payudaranya. Awalnya tanganku ditepis, lalu aku pun merabanya lagi. Kali ini malah dibiarkan. Kugesek-gesek bongkahan empuk itu, dan kurasakan puting mengeras dari branya yang tebal dan daster itu. Berikutnya, aku pelorotkan sedikit celanaku, dan peniskupun muncul.


“Ih, Boyy,apa-apaan sih?”, tanyanya.

“Lho, gak ngapa-ngapain tante koq”, kataku.

“Itu koq dikeluarin?”, tanyanya.

Boy sudah lama engak onani tante, pingin onani sambil memegang tante”, kataku. “Plis tante, sudah kepalang tanggung nih”

Tanteku menelan ludah melihat penisku yang mengacung dan keras.

“Kalo nggak boleh ya tante saja yang ngocokin”, sebenarnya aku cuma bercanda.

“Baiklah”, katanya mengejutkan.

Mulanya aku nggak percaya, tapi ia amati seksama barang ajaib itu. Perlahan-lahan ia pegang dengan jemarinya yang halus itu. Lalu perlahan-lahan ia kocok dengan lembut sampai helm-ku mengeras. Ndak cuma itu, buah pelerku diremas-remas juga. Ohhh….nikmat sekali. Baru kali ini penisku dipegang cewek. Apalagi tanteku sendiri. Aku mulai meraba toketnya. Ia tak protes. Ia pun mulai gelisah setelah lama mengocok punyaku.

“Tante boleh ya buka bajunya?”, tanyaku.

“Eh…ee…i…iya”, katanya.

Ohh my goossh…

Ia membuka dasternya dan jilbabnya.

“Jilbabnya nanti saja tante”, kataku.

Image result for pinterest cewekIa heran, tapi tak peduli. Ia kembali lagi mengurut tongkolku. Aku pun makin bergairah setelah melihat bra-nya dan cd-nya yang berwarna hitam tipis itu. Aku mencium bau harum, lalu mulai mencium bibirnya. , kami benar-benar berpanggutan, ia masih mengocok penisku dan aku meremas toketnya. Toketnya luar biasa menggoda. mungkin ukurannya 35D. Kami benar-benar berciuman, saling menjilat lidah kami. Lalu aku pun membuka pengait bra-nya. Tuing! dada itu menggantung. Ohh…indahnya, putingnya coklat, keras dan kencang. Dadanya putih sekali dan harum. Aku menggigit-gigit toket itu, lalu menyusunya.


“Oh…boyy.....ahh….ahhh….terus nak, oh, lupakan aku ini tantemu. Ohh…iya, netek ke tante ya”, katanya merancau. Ia ternyata sudah haus sex.

gak butuh lama koq sekarang aku sudah menelanjanginya selama ia menikmati sensasi rangsangan di toketnya. Lalu perlahan aku cium perutnya, ia merebahkan diri ke sofa yang empuk dan panas itu. Kini kulebarkan kedua pahanya. Tampak rambut yang tipis menghiasi vaginanya, ohh. ternyata ia rajin mencukur. Akupun menyapunya, kujilati apa yang bisa dijilat di tempat itu. Ia meremas kepalaku, rambutku dijambaknya, dan kedua pahanya mengapitku erat, aku tak berhenti. bahkan klitorisnya kusapu, kuhisap, kulumat, dan kugigit-gigit gemas. Lidahku menyeruak ke dalam lubangnya, rasa asin pelumasnya tak kuhiraukan lagi. Bau khas wanitanya pun sekarang melekat di bibirku.

“Ahhh…boss... jangan, aaahhh….geli…aaaarggh….maaf boyy, tubuh nya menjenjang samil berkata  tante keluar….ahhkkkk...ahhhhkkkk”, desahan panjang membuatku tersentak dan membangkit kan gairahku. Saat itulah ia terkencing-kencing, aku menghindar. Tampak sofa banjir dengan air orgasmenya. Nafasnya tersengal-sengal. Aku belum disepong nih, pikirku. Segera aku menempatkan pahaku di antara kepalanya. Ia mengerti yang kuinginkan. Dengan mata setengah terbuka karena kenikmatan orgasme ia pun menjilati kepala penisku. oohhh...ahhkkk...aahhkk  tanteku ini. Ia jago banget. Ia mengurut penisku sampai ke pangkal jadi tampak penisku mengeras hebat dan ia keluar masukkan kepala penisku hingga separuh ke mulutnya. Ia lakukan itu sambil menyedotnya. Sesekali ia menjilati ujung lubang kencing, ia putar-putar lidahnya di sana. Oh…ohh.nikmatnya terasa sampai ke ubun-ubun

“Udah sayang, aku mau masukin ke tempat itu. Masih perjaka nih”, kataku.

Related imageIa mengerti. Dibukanya pahanya. tampak vagina itu sangat basah dan becek, Aku bersiap di atas, gaya misionari. Ia masih pakai kerudungnya, lalu aku lepas kerudung itu, tampaklah rambutnya yang sedikit berombak, yang aku tak pernah melihatnya kecuali dari videoku itu. Kini wanita ini pasrah dan menginginkanku.


“Cepat masukin boyyy, tante udah nggak tahan nih”, katanya.

“baiklah tante, tapi kira-kira kita sekarang ngapain tan?”kataku poloss

“ayolah boyy, fuck me kinan, fuck you! entotin tantemu ini”jawab tanteku semakin liar

“apakah tante ini jadi pelacur sekarang?”

“iya, tante ini sekarang jalang, pingin kontolmu, ayo kontolin tante.”

Aku lega mendengar rancauannya itu. Ia benar-benar haus sex. Jadi SLEEBB! Ouuwwwww…ahkk....desah ku memasuki liang wanitanya!! Ia mengunci kakinya ke pinggangku. Ia menaikkan pantatnya, otomatis punyaku masuk seluruhnya. Walaupun sudah punya 1 anak, tapi vaginanya sangat rapet, mungkin karena tak pernah dipakai. Perutnya yang rata itu membuatku bernafsu dan…owww…ahkk..aku goyang akhirnya. Jemari kami saling menyatu. tanteku tak mau lepas dariku, ia mengoyak penisku sepertinya, dan aku menggerakkan maju mundur. Oh tidak, aku mau keluar rasanya, baru 2 menit padahal.

“Tan, gakkk kuat nih…ahh….ahh…AHHH”, kataku

“Keluarin nggak apa-apa, aaahh…”, katanya.

Related imageDan croott...crooott..croottt, entah berapa kali tembakan yang pasti tembakan perjaka yang dhaysat. Keras, dan banyak. Tanteku sampai tersentak merasakannya, ia membelalak, dan melihatku sambil mengerutkan dahinya. Ia melirik ke bawah sana. Ia meraba dengan jemarinya pangkal penisku yang masuk penuh. Lama kami diam, tanteku memejamkan matanya, menikmati setetes-demi-setetes sperma yang membasahi rahimnya setelah 3 tahun tidak pernah dibasahi. Aku tak mencabut punyaku sampai penisku mengecil sendiri. Aku lalu menarik tubuh tanteku dan kupangku. Ia memelukku, dada kami menyatu dan aku menciumi bibirnya.


“Boyy, ….kita tak boleh begini harusnya”, katanya.

“Tapi aku cinta tante”, kataku.

“Oh…Boyy, ponakanku ini sekarang jadi suamiku”, katanya.

Aku meremas toketnya lagi, kami berpanggutan. Lama aku begitu, mungkin sepuluh menit, hingga punyaku mengeras lagi. Kali ini aku suruh dia nungging. Dengang doggy style, kami lebih lama lagi bercinta. Hasil akhirnya 4 ronde kami puas, sofa itu basah sekali, oleh keringat, dan pejuh. Total sehari penuh, tidak, 2 hari 3 malam, aku meladeni tante Fany yang rupanya good in bed.

hari ini Yuanita pulang ke rumah. Nanti siang kami akan menjemput mereka di sekolah. Setelah itu aku akan pergi dari rumah tante Fany tercinta. Hari itu tante sedang berdandan siap untuk pergi.

“Sayang”, kataku.

“Hai, sayang”, katanya. Kami sudah tidak ribut lagi panggilan apapun. Asal di luar rumah sikap kami harus dirahasiakan.

“Hisap dong”, kataku sambil memelorotkan celanaku. Ia tersenyum.

Kini tante Fanyy sedikit agak nakal dalam masalah sex. Ia berlutut sambil mengulum penisku. Aku memaju mundurkan pantatku mencari celah lidahnya. rambutnya kuremas-remas. Setelah 10 menit kemudian.

“Ohhh, honeyy.., ooohh…pejuhku keluar!!”, kataku.

Muncratlah semuanya di dalam mulutnya. Ia menjilati spermaku, dihabiskannya dan ditelannya.

“udah ah, pagi-pagi koq udah ginian. Nanti kamu pulang lho jangan lupa”, katanya.

“Rasanya gakk ingin pulang aku”, kataku.

“Hush ndak boleh gitu. Kan setelah ini kita masih bisa bersama lagi”, katanya.

“Iya sih”,

“Oya ada satu hal yang ingin kusampaikan”, katanya.

“Apa sayangg?”kataku

“Aku masih subur, jadi…kalau nanti hamil bagaimana ya?”, tanyanya.

“Lho? waduh….”, aku terkejut.

Ia tersenyum. “Nggak apa-apa, toh kamu yang jadi bapaknya”

Ia masih mengurut-urut penisku, lalu ia jilati sisa-sisa sperma yang masih melekat di ujung lubangnya.

Hal itulah yang membuatku berpikir keras.

Image result for pinterest cewekIbuku sangat kangen padaku. Ketika aku datang ia langsung memelukku. Saking kangennya aku mau makan dimanapun ia bakal mentraktirku.


“Kamu mau apa sekarang Boyy? Ibu bakal ngasih deh”, katanya. yang bener?

“Masa’ sih?”, tanyaku.

“Iya, mau makan di restoran mana ibu akan kasih, soalnya ibu kangen sama anak ibu ini”, katanya sambil memelukku. Dadanya yang besar serasa sesak di perutku. Aku lebih tinggi darinya.

“Kalau permintaan yang lain gimana?”, tanyaku.

“Apa?”, tanyanya.

“Semisal kepingin tidur sama ibu telanjang gitu?”, tanyaku sambil tersenyum.

Ibuku tampak sedikit kaget dan mengerutkan dahi.

“Sekarang?”, tanyanya.

“Iyalah”, kataku.

Ia lalu mengunci pintu lalu melepaskan bajunya satu per satu. WTF?

“Ayo, katanya mau tidur ama ibu telanjang?”, tanyanya menantang.

Related imageEntah ibuku gila atau nggak, tapi aku nurut saja. Aku juga telanjang sama seperti beliau. Kami pun tidur di kamarku. Ibuku tidur miring dihadapanku. Tatapan mata kami penuh arti, disatu sisi ia kangen, di sisi lain aku berdebar-debar. Aku baru kali ini melihat lagi tubuh moleknya ibuku tanpa sehelai benang pun. Aku menelan ludah sampai ibuku mendengarnya. Dadanya besar, putingnya coklat, rambut di vaginanya tampak lebat. Tapi ketiaknya mulus.


“Boleh Boyy meluk ibu?”, tanyaku.

“Ya bolehlah, kenapa emangnya?”, tanyanya.

“Ah, nggak apa-apa bu”, kataku. Akupun memeluknya. Dadanya menempel di dadaku. dahi kami bersentuhan, penisku menempel di perutnya. Rasa hangat yang kurasakan.

“Kamu sudah dewasa ya boyy”, katanya. “Ibu kangen sekali”

“boyy juga”, kataku. Aku perlahan-lahan menempelkan bibirku ke bibirnya. Kami berciuman. Kumulai berani membelai punggungnya, lalu meremas bongkahan pantatnya. Kontolku sudah tegang sekali, kuyakin ibu juga merasakannya. Apa ibu gak tahu hal ini? Kami berciuman, dan saling berpanggutan.

“Udah boyy, koq kita malah ginian seh?”, tanya ibu.

“Tapi boyy kepingin bu”, kataku.

Ibuku terdiam sesaat, tampaknya ia berpikir keras.

“Ibu lama gakk beginian, boyy gak keberatan jadi partner sex ibu? Sudah terlanjur begini”, katanya.

What? “Ya gaklah, boyy sudah lama juga kepingin ngentotin ibu sendiri”

Ibu tersenyum, tanpa banyak basa basi , kami langsung mengulum satu sama lain. Nafas ibu memburu, ia tak ingat siapa aku lagi, aku juga demikian. Aku sudah tak tahan untuk bisa menyusu kepadanya. Bibirku pun menancap di puting susunya. Kuhisap kuat-kuat sambil kumainkan dengan lidahku.

“Ohh….iya nak, begitu seperti kamu bayi dulu….aahhhhhkk”, kata ibuku.

Related imageAku terus mengulum dan meremas payudaranya bergantian. Aku hisap kuat-kuat seolah-olah di dalam dadanya itu masih ada ASI, entah itu ASI atau tidak, tampaknya aku mengeluarkan sesuatu dari putingnya, rasanya agak manis dan asam. Kemudian beliau tidak tinggal diam begitu saja, punyaku diremas-remas dan diurut-urut. Merasa keenakan dengan hal ini, aku sedikit berani untuk memasukkan jemari tanganku ke lubang memeknya yang jarang ditumbuhi bulu itu. Hangat. Itulah tempatku dulu keluar, dan sekarang ini aku bakal menikmatinya. Tanganku aku masuk dan keluarkan, sehingga seolah-olah malah tampak seperti mengocok sesuatu. Lama sekali aku menyusu sambil mengoyak vaginanya dengan jemariku. Ia pun hanya mengeluh ahhh..ahhhhkkk.. saja.


Aku lalu bangun, lalu duduk di atas dadanya. Buah pelerku menyentuh perutnya bagian atas. Dan punyaku tegak mengacung ke wajahnya. Punyaku panjang, dan menyentuh bibirnya, seolah-olah ia faham maksudku. Ia meremas tokednya, lalu dikempitnya batangku itu. Ohh…nikmatnya. Hangat sekali, apalagi ditambah ia menjilati lubang kencingku. Ia terus memijat-mijat dadanya, sementara kepala penisku dijilati. Aku terangsang sekali, tetesan sedikit mani keluar dari lubang kencingku. Beliau melihat wajahku.

“Waah….boyy jadi anak nakal sekarang ya, gituin ibu”, katanya.

“Habis ibu mau sih”, kataku.

“Minggir dulu sayang”, katanya.

Aku mengerti lalu minggir ke samping. Kini aku berlutut, dan beliau langsung dengan rakusnya mengulum separuh penisku. Kepalanya maju mundur memompa penisku. Ohh…tidak, enak banget. Lidahnya menari-nari di kepala penisku, seolah-olah tak mau lepas dari situ. Aku berkali-kali berkata, “Ohh....oohhhh..aahhhkkk.....! enak banget…ahh….”

“Sudah, sudah bu, boyy  malah keluar nanti klo sampai begini”, kataku.

Ibuku menghentikan aktivitasnya. Sekarang aku serasa lemas, tapi kemudian jadi bersemangat ketika beliau balik badan menungging.

“boyy, tolong, masukkan ya?! please….masukkan punyamu yang gede itu nak”, katanya.

Related imageTanpa banyak cerita langsung, SLEEEBBB! Wah mantab, pas! Aku lalu bergerak maju mundur. Tapi tampaknya ibu tak ingin berlama-lama begini, ia sepertinya sudah mau keluar, tampak ia menggoyang sendiri pinggulnya. Punyaku serasa dikoyak-koyak, ohh…nikmatnya. Gila, klo gini terus aku bakal ngecret di tempat aku dibuat dulu. AHHH…aaahhhhhkkk...ahkkkkkk .Tuh kan, aku sempat nyemprot sekali, tapi aku tahan sekuat tenaga agar jangan keluar dulu, nunggu beliau keluar dulu.


“Ohh…tidak bu, ahh….nggak tahan......booyy  gak tahan, terlalu nikmat”, kataku.

“Tenang boyy, ibu mau keluar nih…aaaaaahh…ahh..ah…ahhh.oh….ohh…aaaaaa AAAHHHH”, jeritan panjang ibuku sambil pantatnya bergetar menandakan ia telah orgasme, punyaku serasa dijepit oleh daging yang kenyal. Aku meremas tokednya, sambil terus maju-mundur, dan akupun tak sanggup lagi.

“Aduh…aduh…aduh…gimana ini, di luar apa di dalem?”, tanyaku.

“Dalam gak papa”, katanya.

“AAAAHHHHH”, CROOOT..CROOOTTT….CROOOTTT….perlu diketahui, aku nyembur banyak sekali. Lebih dari sepuluh tembakan, Ibuku lemas tengkurap, sambil pantatnya masih menungging, membiarkan penisku mendapatkan sensasi kenikmatan. Penisku sangat ngilu, ketika aku cabut dari lubang itu dan kami pun kelelahan dan terlelap dengan posisi telanjang sambil pelukan.

semenjak kejadian itu aku sering ngentot dengan ibuku apabilaa aku pulang kerumah setiap malam minggu dan hari minggu kami menghabis kan 3 ronde permalam sedangkan dengan tanteku kami seperti sepsasang suami istri karena aku tinggal di rumah nya,,aku sangat mencintai mereka.....inilah kisah ku yang kelainan...



PARTNER CERITA SEX



PARTNER NONTON

PARTNER BOKEP & SEMI




Selamat Datang Di Global Dewasa, Cerita Dewasa Bergambar Hot, Terima Kasih Telah Berkunjung Dan Jangan Lupa Bantu Share Jika Anda Merupakan Anggota Pembaca Jangan Lupa Ikuti Terus Di Global Dewasa, Semoga Cerita Bisa Membuat anda Terhibur..