Minggu, 16 Desember 2018

Nikmat Cok - Bercinta Dengan Teman Kantorku

Facebook gái xinh HÆ°ng Yên: linh Te (LÆ°Æ¡ng Khánh Linh) - ohgai.netCerita Dewasa - Cerita ini berawal saat saya mulai bekerja di sebuah perusahaan konsultan setelah saya lulus dari sebuah Universitas di Jakarta beberapa bulan sebelumnya. Pekerjaan saya mengharuskan saya keluar setiap hari untuk bertemu klien. Suatu hari saya ditugaskan untuk menggantikan seorang kawan yang akan mundur, maka saya mulai berkenalan dengan beberapa klien yang akan menjadi tanggung jawab saya.


Beberapa klien alamatnya tidak jauh dari kantor saya, tapi ada juga yang alamatnya lumayan jauh. Pengalaman di perusahaan ini membuat saya lebih memahami beberapa jalan-jalan protokol di Jakarta. Perkenalan pertama dengan klien berlangsung dengan biasa-biasa saja karena saya belum bertugas penuh, hanya memperhatikan dan membantu teman saya, disamping itu juga saat bulan-bulan pertama saya masih jarang disuruh bepergian ke tempat klien. Sampai akhirnya kawan saya itu keluar dari perusahaan dan saya diberikan tugas dan tanggung jawab penuh atas klien-klien yang menjadi tanggung jawab teman saya itu.

Setelah beberapa lama bertugas akhirnya saya baru memperhatikan bahwa ada salah satu karyawati yang bekerja di salah satu klien saya itu yang wajahnya lumayan cantik, dan saya lebih sering menetap di klien yang satu ini karena bos klien saya ini selalu meminta macam-macam hal yang merepotkan sehingga saya perlu untuk selalu standby disana.

Facebook gái xinh HÆ°ng Yên: linh Te (LÆ°Æ¡ng Khánh Linh) - ohgai.netCerita ABG - Saya melakukannya dengan senang hati karena suasana kerja disana lebih menyenangkan daripada di kantorku, karyawan-karyawan disana lebih humoris dan lebih ramah-ramah. Akhirnya jadilah saya menetap di klien saya itu, maksudnya menetap ialah saya menumpang peralatan kantor klien untuk bekerja sambil juga saya mengerjakan tugas-tugas dari klien saya yang lain.


Dikantor itu ada seorang karyawati yang lumayan cantik, wajahnya cukup manis dan bodynya… wow! Bagus banget! Tidak terlalu tinggi tapi cukup seksi. Rambutnya panjang sebahu. Meskipun kulit perempuan itu coklat muda namun saya suka tipe mukanya. Namanya Puspa, umurnya saat itu adalah 27 tahun. Orangnya juga tipe perempuan yang suka bergaul, maksudnya adalah suka ngobrol tentang apa aja dan pasti nyambung, dan anehnya kalau saya ngobrol dengan dia terasa menyenangkan sekali. Kalau boleh dibilang, kantor itu akan sepi kalau tidak ada Puspa dan saya pun juga senang berada disitu karena ada dia.

Sebenarnya sejak pertama kali dekat dengan dia, saya sudah merasa suka padanya dan ingin menjadikannya pacar, tapi saya urungkan niat itu karena saya menyadari bahwa sifatnya dan sifat saya tidak cocok dan banyak lagi perbedaan yang prinsip, apalagi berpikir untuk bercinta dengannya. Akhirnya saya buang jauh-jauh pikiran itu. Meskipun kami akrab tapi saya merasa ada yang tidak cocok di antara kami jika kami berpacaran.

Facebook gái xinh HÆ°ng Yên: linh Te (LÆ°Æ¡ng Khánh Linh) - ohgai.netArea Dewasa - Suatu hari saya diundang oleh Puspa untuk datang ke rumahnya bersama 3 orang teman sekantor untuk menemani dia karena dia sedang sendirian di rumah. Pada hari yang ditentukan saya pun datang ke rumahnya dengan mengendarai sepeda motor. Rumahnya lumayan jauh, tapi karena diundang maka saya relakan untuk datang karena saya pikir temen-temen kantor yang lain juga akan datang. Saya tiba di rumahnya sekitar pukul 2 siang. Ternyata ketika saya sampai ke rumahnya, Puspa mengatakan bahwa ketiga teman yang lain tidak datang dengan berbagai macam sebab yang mendesak.


Rumah Puspa memang cukup besar dan memiliki halaman yang luas. Di dalam ruang tamunya terdapat kolam kecil tempat memelihara ikan. Halaman rumahnya ada taman dengan sebuah pohon ditengah-tengah dan ada batu-batu tempat berpijak. Taman itu tampak cukup terawat. Disamping rumahnya juga terdapat garasi. Rumah Puspa dikelilingi oleh pagar dan tembok yang cukup tinggi. Itu merupakan sekilas gambaran rumah Puspa dari luar.

Ketika saya di ajak masuk ke dalam, saya tidak henti-hentinya mengagumi rumahnya karena terlihat indah sekali, apalagi dengan adanya kolam ikan memberikan suasana alam di rumah lebih sejuk. Saya diajak berkeliling rumahnya sambil berbincang-bincang dengan santai. Ternyata orang tua Puspa sedang pergi ke luar kota karena tugas dan adik-adiknya sedang menginap di rumah temannya, sedangkan pembantu sedang pulang kampung. Jadi dia sendirian di rumah.

Main Ampe Puas- Kami mengobrol tentang apa saja dari A sampai Z sambil kadang-kadang tertawa sampai akhirnya kami pun berbicara tentang pengalaman sex kami masing-masing. Ternyata dari pembicaraan tersebut dapat kami ketahui masing-masing bahwa kami berdua ternyata memang orang-orang yang memiliki nafsu sex yang amat besar dan bersikap bebas dalam hal itu. Dari pembicaraan-pembicaraan tersebut kemudian kami sepakat untuk melakukan hubungan sex saat itu juga dengan perjanjian bahwa itu hanya merupakan hubungan sex semata.

Lalu di sofa tempat kami mengobrol itu saya mulai mendekati Puspa. Saya menciumi pipinya dengan lembut dan juga menciumi telinganya sambil mengeluarkan lidah untuk menjilati telinga Puspa. Saat itu Puspa pasti mulai merasakan panas yang pelan-pelan hinggap di badannya apalagi tangan saya mulai mengelus-elus tangannya dengan lembut dan terus bergerilya hingga ke payudaranya.

Facebook girl xinh Đồng Nai: Tiểu Ngọc - ohgai.netSaya seperti sudah kehilangan kendali saat itu, saya menjamah payudara Puspa dengan berbagai macam cara, saya meremas-remasnya dengan liar dari luar bajunya itu. Dengan satu gerakan saya sudah mengelus-elus perutnya dan membuka kaos dan BHnya, kemudian sayapun membuka kaos yang masih saya pakai.


Dengan keadaan yang setengah bugil itu, saya menciumi leher Puspa, saya jilat, saya berikan ciuman yang mungkin akan meninggalkan bekas merah di lehernya. Mungkin rangsangan yang saya berikan sudah benar-benar dinikmati oleh Puspa sehingga saat itu badannya bergerak-gerak di bawah tindihan tubuh saya dan tangannya memeluk erat-erat tubuh saya sambil sesekali tangannya meremas-remas pantat saya.

Saya merasakan payudara Puspa menekan di dada saya, begitu empuk dan menggairahkan. Tubuh kami sudah seperti menyatu saat itu, kami berpelukan dengan eratnya dan bibir kami saling bersentuhan untuk mencoba menikmati sensasi yang dapat diberikan oleh bibir masing-masing. Lidah kami pun berpagutan, berusaha untuk masuk ke dalam mulut kami masing-masing.

Facebook girl xinh Đồng Nai: Tiểu Ngọc - ohgai.netTidak puas hanya bermain lidah, saya pun mulai beranjak turun. Saya menjilati lehernya, mencium bagian atas dada Puspa dan kemudian menciumi payudaranya. Ketika lidah saya bermain di putingnya, Puspa makin mengeluarkan desahan yang amat membangkitkan gairah saya. Saya pun semakin asik tenggelam dalam kenikmatan menciumi puting susunya. Saya mempermainkan putingnya dengan jari saya, saya isap puting itu, saya jilat dengan lidah saya.


Secara bergantian saya menikmati payudara Puspa, terkadang saya menggigit kecil putingnya dan sekitar payudaranya itu. Puspa hanya bisa mendesah, berteriak tertahan, menggeliat-geliat di bawah tubuh saya. Saya merasakan tangannya menekan kepala saya dengan kencang sehingga kepala saya terbenam ke belahan payudaranya, dan saya juga merasakan perut Puspa bergerak-gerak tegang.

Tidak cukup sampai disitu, sayapun memainkan tangan saya di belahan pahanya, saya mengelus-elus selangkangannya dengan lembut. Dan dengan perlahan namun pasti saya pun membuka celananya dan celana dalamnya sambil terus meraba vaginanya. Saya merasakan bahwa vaginanya sudah mulai basah ketika jari tengah saya masuk menyentuh klitorisnya, dan dia lebih terangsang lagi ketika saya menggerakkan jari saya pada klitorisnya. Ini terbukti dari teriakannya yang merangsang dan gerakan tubuhnya yang makin tidak terkendali lagi.

Facebook girl xinh Đồng Nai: Tiểu Ngọc - ohgai.netSaya sendiri mulai merambat turun ke selangkangannya dan memainkan lidah saya di belahan vaginanya. Saya makin semangat dalam melakukan aktifitas itu karena menyadari bahwa Puspa menyukainya dan terus mendesah dan menekan-nekan kepala saya yang sedang berada di selangkangannya. Sambil melakukan kegiatan tersebut saya juga membuka celana saya yang sudah terasa tidak nyaman sebab penis saya ini ingin tegak berdiri bebas tanpa ada yang menghalangi.


Setelah itu saya pun melanjutkan kegiatan saya menciumi dan menjilati vagina Puspa dengan lebih bernafsu. Sampai akhirnya tubuh Puspa menggelinjang dengan hebat dan pinggulnya terangkat tinggi serta tangannya menekan kepala saya dengan lebih keras sambil dia berteriak sejadi-jadinya. Rupanya dia sudah mencapai klimaksnya yang pertama.

Cukup lama ia merasakan sensasi yang luar biasa itu dan saya menunggunya sampai dia kembali tenang dan saya pergi ke dapur untuk mencari minuman. Tak berapa lama kemudian saya merasa ada yang memeluk saya dari belakang, ternyata Puspa. Dia sepertinya sudah normal kembali dan ingin melanjutkan permainan tersebut. Sambil tersenyum ia pelan-pelan berjongkok di hadapan saya dan ia mulai meraba-raba penis saya.

Facebook girl xinh Đồng Nai: Tiểu Ngọc - ohgai.netOhh.. perasaan itu benar-benar nikmat sekali, alat kejantanan saya makin kokoh saja setelah diraba seperti itu, apalagi kemudian dia mulai memasukkan ke dalam mulutnya. Wah.. begitu hangatnya.. nikmat sekali. Ini baru di mulutnya saja, apalagi di vaginanya nanti, begitulah pikiran saya saat itu.


Dapur Puspa terletak di bagian belakang rumah. Seperti kebanyakan dapur, berisi rak-rak tempat piring, lemari, dan wasbak yang terbuat dari tegel yang memanjang di tembok sisi kiri dapur, tegel tersebut ditempatkan disitu sebagai meja untuk menaruh barang-barang keperluan dapur. Saya bersandar di tegel itu dengan bertopang dengan kedua tangan saya dibelakang ketika Puspa mengulum penis saya.

Saya hanya bisa mengusap rambut Puspa sambil merem menikmati sensasi yang diberikan oleh mulutnya. Mulutnya bermain-main dengan lincah di sekitar penis saya, dari biji pangkal sampai keujungnya tidak lepas dari jilatan lidahnya itu, hal ini membuat saya merasakan nikmat yang luar biasa. Setelah dia puas memainkan penis saya, maka Puspa pun kembali berdiri dan menciumi leher dan telinga saya sambil tangannya tetap memegangi penis saya. Saya menyambut ciuman tersebut dengan mendekapnya erat-erat dan menggesek-gesekkan dada saya dengan dadanya.

Facebook girl xinh Đồng Nai: Tiểu Ngọc - ohgai.netTak lama kemudian saya merasakan bahwa penis saya di arahkan ke selangkangannya dan kepala penis saya di usap-usapkan di bibir vaginanya. Kemudian pelan-pelan dia mengarahkan penis saya untuk masuk kedalam vaginanya. Puspa mencoba memasukkan penis saya ke dalam vaginanya pelan-pelan dan ketika saya melihat wajahnya yang begitu pasrah membuat saya semakin bernafsu. Sehingga ketika penis saya baru masuk pada bagian kepalanya, dengan segera saja saya mendorong pantat saya kuat-kuat sehingga penis saya amblas masuk ke dalam vaginanya. Hal ini membuat dia mendesah kuat dan mencengkeram bahu saya erat-erat.


Kemudian sengaja saya menghentikan gerakan saya untuk memberikan waktu untuk pengenalan terhadap situasi yang baru terjadi. Baru kemudian saya mulai menggerak-gerakkan pantat saya untuk mendapatkan hasrat yang diinginkan. Pelan-pelan saya memutar pantat saya sehingga saya bisa merasakan dengan pasti dinding-dinding vaginanya, putaran itu saya gerakkan pelan-pelan searah jarum jam dan kemudian dilakukan sebaliknya. Sensasi yang ditimbulkan oleh gerakan ini membuat Puspa mendesah pasrah sambil memegang pinggiran wasbak.

Facebook girl xinh Đồng Nai: Tiểu Ngọc - ohgai.netWajah Puspa mendongak tegang ketika saya mulai memompa penis saya di dalam vaginanya. Puspa menyenderkan pantatnya pada wasbak sambil memeluk tubuh saya erat-erat. Saya perhatikan wajahnya ketika itu benar-benar membangkitkan gairah. Wajah yang pasrah dan penuh dengan napsu birahi. Sayapun kembali menciumi bibirnya, melumat dengan penuh nafsu, yang disambut pula oleh lidah Puspa.

Tangannya bergerak-gerak liar diseluruh punggung saya dan juga menjambak rambut saya. Badannya terus bergoyang mengikuti irama goyangan pantat saya. Kadang-kadang saya menggoyang dengan berirama namun kadang-kadang tidak, kadang-kadang pelan namun kemudian saya menggoyang dengan cepat sekali. Setiap kali saya menusukkan penis saya dalam-dalam ke dalam liang kewanitaannya, Puspa mendesah dengan keras dan mempererat pelukannya.

Setelah sekian lama kami bergoyang, akhirnya Puspa mulai menggoyangkan badannya dengan tidak beraturan sambil mengatakan bahwa ia sudah tidak tahan dan sudah hampir mencapai klimaksnya. Saya pun mempercepat goyangan saya sampai kemudian saya dan dia merasakan sesuatu yang keluar dari dalam tubuh kami masing-masing. Kami pun berdiri bersandar di wasbak sambil berpelukan dan saling tersenyum, saat itu kami sama-sama merasa lemas namun dengan perasaan puas.

Setelah itu Puspa mengenakan pakaiannya kembali dan mandi, kemudian saya juga membersihkan diri. Lalu kami kembali duduk dan mengobrol sampai sekitar jam 9 malam kemudian saya pulang. Kami masing-masing berjanji untuk tidak menceritakan rahasia ini kepada siapapun juga.

Keesokannya kami pun bersikap seperti biasa satu sama lain. Dalam hati sebenarnya saya ingin melakukannya lagi dengannya karena keinginan saya untuk bercinta dengan wanita tidak dapat saya pendam. Saya hanya bisa berharap bahwa dia ingin melakukannya lagi dengan saya atau saya bertemu dengan wanita lain, yang ingin melakukannya dengan saya, seperti Puspa.



PARTNER CERITA SEX



PARTNER NONTON

PARTNER BOKEP & SEMI




Selamat Datang Di Global Dewasa, Cerita Dewasa Bergambar Hot, Terima Kasih Telah Berkunjung Dan Jangan Lupa Bantu Share Jika Anda Merupakan Anggota Pembaca Jangan Lupa Ikuti Terus Di Global Dewasa, Semoga Cerita Bisa Membuat anda Terhibur..