Rabu, 09 Januari 2019

Dewasa Seks : Kenikmatan Di Malam Jumat Dengan Tiara Bag 1

Cerita Dewasa - kisahku ini berlangsung pas saya telah beristri dan telah mempunyai anak yg berusia 2 tahun… usiaku waktu itu 30 th.. Kami baru geser ke satu komplek perumahan di kota S yg masih tetap begitu baru serta penghuninya juga belum juga demikian banyak… terlebih di gang rumahku yg terbagi dalam 13 rumah… – baru 2 tempat tinggal yg di tempati… yakni rumahku serta tempat tinggal Hans.

Hans juga telah beristri.. namanya Tiara.. tapi umum di panggil Rara. Mereka belum juga miliki anak meskipun telah menikah lebih dari 2 th..

Tempat tinggal Hans cuma berjarak 2 tempat tinggal dari rumahku. Nah.. karna tdk ada tetangga yg beda.. kami jadi cepat sekali akrab.

Saya serta Hans jadi seperti teman dekat lama.. kebetulan kami seumuran serta hoby kami sama.. catur.

Rara.. yg berusia 26 th… sangat dekat dgn istriku.. Ana.
Mereka nyaris setiap hari sama-sama sharing mengenai apa sajakah serta masalah sex juga seringkali mereka perbincangkan.
Umum mereka terlibat perbincangan di teras depan rumahku bila sore sembari Ana menyuapi Aria.. anak kami.

Mereka sekalipun tdk tahu bila saya seringkali ‘menguping rumpian’ mereka dari kamarku.
Saya jadi banyak tahu mengenai kehidupan sex Rara serta suaminya.
Dasarnya Rara ‘kurang happy’ masalah masalah ranjang ini dgn Hans.

Bukannya Hans ada kelainan.. tapi dia sukanya tembak segera tanpa ada pemanasan dulu.. begitu konservatif tanpa ada macam serta begitu egois.
Demikian telah ejakulasi ya telah.. dia tdk perduli dgn istrinya sekali lagi. Hingga Rara begitu tidak sering menjangkau kenikmatan dgn Hans.

Cerita ABG - Demikian sebaliknya istriku narasi ke Rara bila dia begitu ‘happy’ dgn kehidupan seksnya.
Serta memanglah.. meskipun saya bukanlah termasuk juga ‘pejantan kuat’.. tapi saya nyaris senantiasa dapat memberi kenikmatan pada istriku.

Mereka sama-sama sharing narasi serta terkadang begitu mendetail jadi.
Seringkali Rara dengan terbuka menyebutkan iri pada istriku serta cuma disikapi dgn tawa terkekeh-kekeh oleh Ana.

Muka Rara cukup cantik.. meskipun tdk secantik istriku memanglah.. tapi bodinya benar-benar prima.. padat diisi.
Kulitnya yg putih sangat mulus. Serta dalam kenakan pakaian Rara termasuk juga wanita ‘yg berani’ meskipun tetap dalam batas-batas kesopanan.

Seringkali saya dengan tidak sadar menelan ludah kagum pada badan Rara.. diluar tahu istriku sudah pasti.
Sayg sekali badan yg sekian mengundang selera tidak sering memperoleh siraman kenikmatan seksual.. seringkali saya berfikiran kotor demikian.
Tapi semua masih tetap dapat saya tangkal dgn akal sehatku.

Jum’at petang itu kebetulan saya sendirian dirumah. Ana serta Aria sudah pasti.. paginya pulang ke tempat tinggal orangtuanya di M.. karna hari Minggunya adik bungsunya menikah. Gagasannya Sabtu pagi saya juga akan menyusul ke M.

Kesepian dirumah sendirian.. sesudah mandi saya melangkahkan kaki ke tempat tinggal Hans.
Maksud hati menginginkan mengajak dia main catur.. seperti yg seringkali kami kerjakan bila tdk ada aktivitas.

Tempat tinggal Hans sepi-sepi saja. Saya nyaris mengurungkan niatku untuk mengetuk pintu.. karna saya fikir mereka tengah pergi.
Tapi lamat-lamat saya dengar ada nada TV. Kuketuk pintu sembari menyebut.. “Hans.. Hans..!! ” Sebagian waktu lalu terdengar bunyi gerendel serta pintu terbuka.

 Kenikmatan Di Malam Jumat Dengan Tiara – Splass..! Saya pernah termangu sepersekian detik.
Di depanku berdiri sesosok wanita cantik tanpa ada make-up dgn rambut yg masih tetap basah tergerai sebahu.
Dia kenakan daster batik mini warna hijau tua dgn belahan dada rendah.. tanpa ada lengan yg memperlihatkan pundak serta lengan yg putih serta begitu mulus.

“Eh.. Mas Firman. Masuk Mas.. ” Sapaan ramah Rara menyadarkan saya kalau yg membukakan pintu yaitu Rara.

Benar-benar saya belum juga sempat lihat Rara secantik ini. Umumnya rambutnya senantiasa diikat dgn ikat rambut.. tidak sempat dilewatkan tergerai begini.

“Nnng.. Hans mana Ra..? ”
“Wah, Mas Hans luar kota Mas.. ”

“Tumben Ra dia pekerjaan luar kota. Kapan pulang..? ”
“Iya Mas.. kebetulan ada acara promosi di Y.. jadi dia mesti turut.. hingga Minggu baru pulang. Mas Firman ada butuh ama Mas Hans..? ”

“Enggak kok.. hanya pengin ngajak catur saja. Sekali lagi kesepian nih.. Ana ama Aria ke M.. ”
“Wah jika hanya main catur ama Rara saja Mas.. ”

Sebenarnya waktu itu saya telah menginginkan menampik serta balik kanan pulang ke tempat tinggal.
Tapi tak tahu bisikan darimana yg buat saya berani menyebutkan.. “Emang Rara dapat catur..? ”

“Eit.. janganlah mengejek Mas.. agar Rara cewek, belum juga pasti kalah lho ama Mas.. ” kata Rara sembari tersenyum yg menaikkan manis berwajah.

“Ya bolehlah.. saya pengin menjajal Rara.. ” kataku dgn suara agak nakal.
Lagi-lagi Rara tersenyum menjawab godaanku.

Kenikmatan Di Malam Jumat Dengan Tiara – Dia buka pintu lebih lebar serta mempersilakan saya duduk di kursi tamu.
“Sebentar ya Mas.. Rara ambillah minuman. Mas susun dahulu caturnya.. ”

Area Dewasa - Rara melenggang ke ruangan tengah. Saya makin leluasa memerhatikannya dari belakang.
Kain daster yg longgar itu nyatanya tidak dapat sembunyikan lekuk badan Rara yg demikian padat.
Goyangan ke-2 puncak pantatnya yg diisi terlihat terang saat Rara mengambil langkah.

Mataku selalu menempel hingga Rara menghilang di pintu dapur.
Cepat-cepat saya ambillah catur dari rack pajangan serta saya susun diatas meja tamu.

Cocok saat saya usai membuat biji catur.. Rara mengambil langkah sembari membawa baki yg diisi 2 cangkir teh serta sepiring kacang goreng kesukaan saya serta Hans bila sekali lagi main catur.

Saat Rara membungkuk menempatkan baki di meja.. harus belahan dada dasternya terbuka serta membuka dua bukit payudara yg putih serta begitu padat.

Serr.. Saat itu juga darahku berdesir kencang.. nyatanya Rara tdk menggunakan bra..!

Nampaknya Rara tidak sadar bila telah ‘menraktir’ saya dgn panorama yg mengundang selera itu. Dgn lumrah dia duduk di kursi sofa di seberang meja.

“Siapa jalan duluan Mas..? ”
“Rara kan putih.. ya jalan duluan dong.. ” kataku sembari masih tetap berdebar-debar.

Sebagian waktu kami mulai asyik menggerakkan buah catur. Nyatanya memanglah benar.. Rara cukup kuasai permaian ini.
Beberapakali langkah Rara buat saya mesti memutar otak. Rara juga tampakya kewalahan dgn langkah-langkahku.
Beberapakali dia terlihat memutar otak. Tanpa ada sadar terkadang dia membungkuk diatas meja yg rendah itu dgn ke-2 tangannya bertumpu di tepi meja.

Tempat ini sudah pasti buat belahan dasternya terbuka lebar.. serta ke-2 payudaranya yg aduhai itu jadi makanan empuk ke-2 mataku.
Byarrr..!! Konsentrasiku mulai buyar.
Satu-duakali dalam tempat sesuai sama itu Rara mengerling kepadaku serta memergoki saya tengah nikmati buah dadanya.

Main Ampe Puas- Tak tahu memanglah dia demikian terbenam dalam berfikir atau memanglah berniat.. dia sekalipun tdk coba tutup dasternya dgn tangannya.. layaknya seperti reaksi seseorang wanita dalam keadaan ini.

Saya makin berani menelusuri sekitaran lokasi dadanya dgn sapuan pandanganku.
Saya benar-benar kagum.. hingga permainan caturku jadi kacau serta dgn gampang dikalahkan oleh Rara.

“Cckk.. cckk.. cckk.. Rara memanglah hebat.. saya ngaku kalah deh.. ”
“Ah basic Mas saja yg ngalah serta tidak serius mainnya. Konsentrasi dong Mas.. ” jawab Rara sembari tersenyum menggoda.

“Ayo main sekali lagi.. Rara belum juga senang nih.. ” Ada sedikit suara genit di nada Rara.

Kami main sekali lagi.. tapi kesempatan ini saya coba lebih konsentrasi.
Permainan jalan lebih seru.. hingga satu waktu saat tengah berfikir.. tanpa ada berniat tanganku menjatuhkan biji catur yg telah ‘mati’ ke lantai.

Dgn mata masih tetap memandang papan catur saya coba ambil biji catur itu dari lantai dgn tangan kananku.
Rupa-rupanya Rara juga lakukan hal yg sama.. hingga tanpa ada berniat tangan kami sama-sama bersenggolan di lantai.

Tak tahu siapa yg mengawalinya.. tapi kami sama-sama meremas lembut jari tangan di bagian meja sembari masih tetap duduk di kursi semasing.

Kenikmatan Di Malam Jumat Dengan Tiara – Saya lihat ke arah Rara.. dia tetap dalam tempat duduk membungkuk tapi matanya terpejam.
Jari-jari tangan kirinya masih tetap selalu meremas jari tangan kananku.

Saya menjulurkan kepalaku serta mencium dahi Rara dgn begitu mesra.
Dia sedikit terkejut dgn ‘langkahku’ ini.. tapi cuma sepersekian detik saja.
Matanya masih tetap memejam serta bibirnya yg padat sedikit terbuka serta melenguh perlahan.. “Ooohhh.. ”

Saya tidak menyia-nyiakan peluang ini. Saya kulum lembut bibir Rara dgn bibirku.. dia menyambutnya dgn mengulum balik bibirku sembari tangan kanannya melingkar di belakang leherku.

Kami sama-sama berciuman dgn tempat duduk berseberangan dibatasi oleh meja.
Kulumam bibir Rara ke bibirku beubah jadi lumatan. Bibirku disedot perlahan serta lidahnya mulai menyeberang ke mulutku.
Saya juga menyambutnya dgn permainan lidahku.

Terasa tdk nyaman dalam tempat ini.. dgn terpaksa sekali saya bebaskan ciuman Rara.
Saya lalu bangkit berdiri.. jalan mengelilingi meja serta duduk di bagian kiri Rara.

Belum juga sedetik saya duduk Rara telah memeluk saya serta bibirnya yg terlihat jadi lebih sensual kembali melumat ke-2 bibirku.
Lidahnya selalu menelusuri semua isi mulutku selama yg dapat dia kerjakan.

Saya juga tidak ingin kalah bereaksi. Mesti saya akui kalau saya belum juga sempat berciuman begini ‘hot’.. bahkan juga dgn istriku meskipun.
Rasa-rasanya seumur hidup kami berciuman begini.. hingga pada akhirnya Rara agak mengendurkan ‘serangannya’.

Peluang itu saya pakai untuk merubah arah seranganku. Saya ciumi bagian kiri leher Rara yg putih tahap merangsang itu.
Rintih kegelian yg keluar dari mulut Rara serta aroma sabun yg harum makin memompa semangatku.

Ciumanku saya geser ke belakang telinga Rara.. sembari kadang-kadang menggigit lembut cuping telinganya.
Rara makin menggelinjang penuh kegelian bercampur kesenangan.

“Aaaahhhh.. aaaahhhhh.. ” Rintihan perlahan yg keluar dari mulut Rara yg terbuka lebar seolah musik nan merdu di telingaku.

Lengan kananku lalu saya rangkulkan ke leher Rara. Tangan kananku mulai menelusup dibalik dasternya serta merayap perlahan.. menuju puncak buah dada Rara yg samping kanan.

Wow.. payudara Rara.. yg sejak dari barusan saya nikmati dgn sapuan mataku.. nyatanya begitu padat. Memiliki bentuk prima.. ukurannya cukup besar karna tanganku tidak dapat mengangkup semuanya.

Jari-jariku mulai menari di sekitaran puting susu Rara yg telah tegak menantang.
Dgn ibu jari serta telunjukku kupelintir lembut puting yg mungil itu.
Rara kembali menggelinjang kegelian.. tetapi tanpa ada reaksi penolakan sedikitpun.

Dia melihatkan berwajah ke kiri.. dgn mata yg masih tetap terpejam dia melumat bibirku.
Kami kembali berciuman dgn panasnya sembari tanganku selalu bergerilya di payudara kanannya.
Reaksi kesenangan Rara dia salurkan lewat ciuman yg makin ganas serta kadang-kadang gigitan lembut di bibirku.

Tangan kiriku saya gerakkan ke paha kiri Rara. Srengg.. Darahku makin mengalir deras saat saya rasakan kelembutan kulit paha mulus Rara.
Lambat tetapi tentu.. usapan tanganku saya tujukan makin ke atas mendekati pangkal pahanya.

Saat jariku mulai menyentuh celana dalam Rara di sekitaran bukit kemaluannya.. saya hentikan pergerakanku.
Tangan kiriku saya kembali turunkan.. saya usap lembut pahanya dari mulai atas lutut.

Pergerakan ini saya ulang beberapakali sembari tangan kananku masih tetap memelintir puting kanan Rara serta mulut kami masih tetap sama-sama berpagutan.
Ciuman Rara makin mengganas.. tandanya dia menginginkan lebih dari pergerakan tangan kiriku.

Bersambung........
Baca Episode Disini
Bagian 1
Bagian 2



PARTNER CERITA SEX



PARTNER NONTON

PARTNER BOKEP & SEMI




Selamat Datang Di Global Dewasa, Cerita Dewasa Bergambar Hot, Terima Kasih Telah Berkunjung Dan Jangan Lupa Bantu Share Jika Anda Merupakan Anggota Pembaca Jangan Lupa Ikuti Terus Di Global Dewasa, Semoga Cerita Bisa Membuat anda Terhibur..